berbagi pengetahuan tentang Islam diakhir zaman.بِـسْـمِ اللهِ

Premium Blogger Themes - Starting From $10
#Post Title #Post Title #Post Title

HIKMAH DIBALIK MASALAH KITA

 Oleh Rina Rakhmawati
 
MUKADIMAH :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia;Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka” 
(QS. Ali ‘Imran: 190-191)


Jengkel, kesel, marah, galau, gelisah, dan sederet unsur negatif lain biasanya timbul manakala kita terbelit dalam suatu masalah. Apalagi kalau masalahnya berderet-deret dan seolah tak kunjung selesai, tiada hari tanpa frustasi. Tapi, cobalah memulai kebiasaan ini, masalah?enjoy aja lagi!Lho, lagi ada masalah kok malah disuruh enjoy!Weits, tunggu dulu, kawan.

Kening saya juga berkerut ketika membaca salah satu subbab dari karya Ustadz Solikhin, penulis “Zero to Hero”, ‘Ada Masalah?Bahagialah!’. Wah, ini lagi, ada masalah kok ya disuruh bahagia. Nah, kawan, ternyata masalah itu justru memiliki beberapa manfaat. Bukankah Rasulullah Saw. mengajarkan kita untuk berpikir positif, khusnudzon terhadap segala sesuatu yang ditakdirkan dalam hidup meski itu pahit? Begitu pun dengan masalah, seberat apapun, insyaAllah ada sederet manfaat yang mengajarkan kita untuk lebih dewasa, lebih bijak, lebih tangguh.

Berikut saya kutip manfaat masalah dari sekuel kedua “Zero to Hero”:

- Masalah adalah Penebus Dosa
Kita pasti pernah mendengar ungkapan, sakit itu menggugurkan dosa (jika dalam sakit itu kita iringi kesabaran dan keikhlasan). Begitu pula masalah, ia berfungsi sebagai penebus dosa. Kita dididik untuk belajar banyak dari kesalahan yang mungkin tanpa kita sadari sudah membuat Allah Swt. jengah, tidak ridha. Masalah menjadi sarana tarbiyah ilahiyah. Allah Swt. bermaksud menunjukkan dosa yang sudah kita lakukan, dan segera membenahi diri, meluruskan niat, memperbaiki cara agar segala sesuatunya mendatangkan berkah dan ridha-Nya.

- Masalah itu Nikmat Kehidupan
Sebagai nikmat, sudah seharusnya disyukuri, bukan dicaci walaupun secara kasat mata jarang sekali ditemui masalah yang manis. Masalah justru membuat hidup kita lebih dinamis, tidak hambar layaknya sayur tanpa garam. Jika diberi hidup datar-datar saja kita masih sering mengeluh, apalagi yang dinamis, minimalkan!Kalau bisa buang jauh-jauh keluh kesah tiada guna itu. Ketika terbesit niat untuk mengeluh, segera istighfar&ubah dengan ungkapan syukur.

- Penyaring Mutu, Mengangkat Derajat
Seperti kilaunya permata yang hanya bisa didapatkan manakala digosok terus menerus, seperti cantiknya mutiara yang diperoleh dari kesabaran kerang menahan rasa sakit ketika mengubah sebutir pasir tak berharga menjadi mutiara nan elok rupa, seperti kokohnya baja karena dilebur dalam suhu yang panasnya luar biasa, begitu pun masalah. Jika kita berhasil melewati masalah hidup dengan kesabaran dan keikhlasan bukan tidak mungkin kita menjadi pribadi yang tangguh dan bermartabat, dinaikkan derajatnya oleh Allah Swt.Insya Allah…

- Banyak Masalah, Banyak Ilmu

Adanya masalah menuntut kita untuk berpikir kreatif, memutar otak agar menghasilkan solusi terbaik dari beragam solusi yang dihadirkan. Proses mencari solusi itulah yang kemudian malah menganugrahkan ilmu-ilmu baru yang bisa jadi tidak kita temukan dalam hidup tanpa masalah.
- Masalah sebagai Seleksi
Tidak sedikit kita yang ketika terlibat masalah sangat pelik justru semakin jauh dari Allah Swt. Lari dari masalah dengan meninggalkan masalah baru. Kurang bersabar plus tidak ikhlas atas proses seleksi yang diadakan Allah Swt. Ya, masalah merupakan prosedur seleksi Allah Swt. untuk menguji hamba-hambaNya yang katanya beriman, bertakwa, cinta number one hanya kepada Allah Swt. Dengan demikian akan terlihat mana yang benar dalam beriman, dan mana yang ‘abal-abal’.
- Masalah untuk Merevisi Langkah
Masalah sebagai media evaluasi, muhasabah diri atas segala gerak langkah kita. Adakah yang melenceng dari tujuan awal, adakah dari cara yang kita lakukan, tidak sesuai dengan syari’ah?Orang-orang sholeh mengoreksi kesalahan dalam medan pertempuran melalui kualitas ibadah, yang wajib dan yang sunnah. Menemukan sumber masalah segera berbenah, memompa gairah, agar kemenangan diraih dengan mudah, penuh berkah dalam setiap langkah.

-Yang terakhir dari (Ashabul Muslimin-pen) : Masalah adalah melatih Kedewasaan

setiap manusia tidak dibebani masalah yang melebihi kapasitas kemanusiaannya setiap tahapan kedewasaan berbeda masalahnya, misal masalah anak sd tentu beda dengan anak kuliahan dan masalah rumah tangga berbeda dengan masalah kenegaraan dsb. oleh karena itu jika telah lulus ujian masalah itu kita akan memasuki tahap selanjutnya ketingkat kedewasaan yang lebih tinggi, bisa dibilang masalah itu adalah ujian akal untuk lebih dewasa dan lebih matang untuk orientasi kedepan.


Kunci dari manajemen masalah ada pada kejernihan hati, kejernihan pikir sehingga menghasilkan kejernihan dalam bersikap terhadap masalah yang hadir. Seberat dan sebanyak apapun masalah yang dihadapi, ketika hati sudah tertaut sepenuhnya pada Rabb Yang Maha Pemurah, insya Allah akan dipermudah dalam menemukan jalan penyelesaian. Karena dalam satu kesulitan, ada dua kemudahan, Allah Swt. menjaminnya dalam firman, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (QS. Asy Syarh: 5-6). Wallahu’alam bishshawwab…
Referensi:
a. Al Qur’an
b. The Way to Win, Solikhin Abu Izzudin
c. berbagai situs islam
[ Read More ]

BENDERA ISIS BUKAN BENDERA ISLAM

Satu lagi kesesatan ISIS (negara islam palsu) yang amat gamblang namun kita baru akan tahu kalau melihat gambar-gambar ini:

Bendera ISIS adalah seperti ini :

ISIS 

sedangkan bendera islam tidak ada simbol bulat dibawahnya yang bertuliskan "ALLAH RASUL MUHAMMAD". hah? kebalik bukan atau itu sengaja dibuat intelejen dajal untuk merusak akidah Islam secara halus?

BENDERA ISLAM
 Lihatlah gambar diatas ini sebuah bendera yang bertuliskan "Lailahailallah Muhammadurrasulullah". ini baru yang bernar-benar bendera tauhid. gak kebalik kayak benderanya ISIS. Kalimat tauhid kalau dibolak balik ya SESAT. makanya kita harus selektif dalam segala hal. karena firman Allah SWT :

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).

penjelasan ayat : 


Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata, “Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan.

darimanakah mereka mendapat "inspirasi mendesain logo bendera mereka jika dari cincin nabi saw tidak mungkin karena cincin Nabi tidak bertuliskan seperti itu, cincin nabi saw yang asli disimpan dimuseum adalah seperti ini :


[ Read More ]

Kisah Islam - Ketika orang musyrik memakan 'tuhan'nya sendiri

 by Nurul Fatin
Edit by Ashabul-Muslimin.tk

Memang kita sebagai orang beriman patut heran melihat kenyataan para musyrikin penyembah berhala yang sungguh diluar nalar, mereka membuat patung itu sendiri kemudian mereka sembah padahal bergerak sedikitpun tidak mampu, apalagi berbicara dan menciptakan sesuatu, itulah keanehan para penyembah berhala padahal mereka yang buat sendiri mereka pula yang menyembah benda terkutuk buatannya sendiri, naudzubillah.

Ada cerita menarik terkait perilaku jahiliyah bangsa Arab kuno. Suatu hari, Sa’ib bin Abdullah sedang sibuk memahat patung berhala yang akan disembahnya. Tidak beberapa lama, patung itu terbentuk. Wujudnya mirip manusia. Ada kepala, mata, hidung, mulut, tangan, kaki, dll. Sa’ib dengan seksama memerhatikan hasil karyanya tersebut. Lalu ia ambil bejana berisi susu kental. Ia arahkan bejana ke lubang hidung patung dengan maksud agar susu tersebut dihirup. Sang patung tentu saja tak akan pernah menghirup karena tak bernyawa. Kemudian Sa’ib menyiramkan air susu ke tubuh patung. Byurr.. byurr.. byur... patung basah kuyup.
Selang beberapa saat, datang seekor anjing ,menghampiri patung. Hidungnya mengendus endus seluruh bagian tubuh patung, lidahnya dijulurkan. Dan apa yang terjadi?  Anjing tersebut kemudian menjilati seluruh bagian patung. Setelah puas, anjung tersebut mengangkat satu kakinya dan mengencingi patung yang dijadikan tuhan oleh Sa’ib.sungguh luar biasa kebodohan orang-orang musyrik paganisme (penyembah berhala) jaman dulu masak tuhan mereka kok lebih buruk daripada anjing, karena dijilatin dan bahkan dikencingi anjingpun berhala mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Lain lagi dengan kaum bani Hanifah. Patung yang mereka buat bukan dari kayu atau batu, melainkan tepung terigu. Tradisi ini telah berlangsung berabad-abad. Sampailah saat kaum ini diterpa bencana kelaparan. Panen gagal, tak ada lagi pangan yang dapat dimakan. Yang tersisa hanya tepung terigu yang telah berwujud patung. Karena perut tak bisa diajak kompromi, mereka pun beramai-ramai memakan patung tersebut. Tak ada rotan akar pun jadi. Tak ada makanan, tuhan pun jadi .he.he.he. Mungkin begitulah yang ada pada benak mereka saat itu. sungguh memang otak orang musyrik lebih buruk daripada binatang jalang sekalipun semoga kita tidak termasuk mereka yang dibinasakan dineraka jahanam, Naudzubillahi min dzalik


Refrensi : buku "The Great Story of Muhammad”
[ Read More ]

Kisah Hidup Seorang Santri


Kita tak pernah asing dengan sebutan santri, dan kitapun tak pernah bisa melepaskan jasa jasa para lulusan pesantren yang disebut santri, misal saja ketika ada acara pengajian, pernikahan, kelahiran dan ataupun ketika ada saudara kita yang meninggal dunia.

90% di antara beliau yang memimpin acara tersebut adalah lulusan pesantren yg dulunya disebut santri dan kini beliau berganti gelar menjadi kiai. Mungkin saat beliau masih menjadi santri, banyak orang yang tak menganggap keberadaanya. Namun ketika beliau bisa menjadi sesosok figur teladan dalam masyarakat, beliau amat disegani, sangat di harapkan barokah doanya. namun jangan salah, perjuangan beliau disaat masih berstatus ''santri'', sangatlah berat. berawal dari keberangkatanya dari desa yang nun jauh menuju pesantren, terkadang beliau berjalan kaki ataupun menaiki sepeda tua. Keringat beliau adalah pahala, langkah kaki beliau selalu di hitung oleh para malaikat yang setia disisinya.beliau tak pernah mengeluh seberapa jauhnya perjalanan itu, tak pernah mengeluh sedikitnya bekal yang di berikan oleh orang tuanya.

Karena tekad beliau hanya satu yaitu mencari ilmu yang bermanfaat. sesudanya sampai di pesantren, beliau lantas tak pernah melewatkan waktunya untuk mengaji, bangun malam untuk sholat tahajjud ketika para manusia sedang tidur terlelap. sungguh perjuangan yang amat sangat sulit untuk di praktekkan oleh manusia di zaman ini sekalipun mereka yang masih menuntut ilmu di pesantren.

Itulah sang santri yang esok harinya menjadi figur teladan di masyarakat. meskipun dulunya ia hanya berjalan kaki, namun skarang tak jarang beliau beliau yang mempunyai mobil bahkan lebih dari satu. banyak orang yang mengatakan bahwa hidup zaman sekarang jika tak mempunyai ijazah maka akan sulit tuk mencari makan.

Padahal beliau beliau para kiai banyak yang tak mempunyai ijazah. banyak manusia yang tak pernah bersyukur atas apa yang di berikan oleh Alloh SWT padanya. sehingga mereka lebih mempercayai doktrin barat daripada agama islam itu sendiri.

Semoga dengan perjuangan beliau beliau para pemegang panji panji agama islam senantiasa di beri ketabahan dan kekuatan oleh Alloh SWT tuk membimbing kita semua kembali pada jalanNya. amin.
[ Read More ]

Kisah Islam "Kehendak Allah Tak Seburuk Yang Kau Sangka"

Oleh : Dadang Ari Murtono
­
 

"BENARKAH Tuhan seperti yang kausangka?" perempuan yang di mata Haji Ahmad sudah terlihat begitu menjijikkan dan pekat oleh dosa itu bertanya dengan muka lebam, lembab, dan pasai. Lebam karena beberapa menit sebelumnya, Haji Ahmad menimpukkan genggaman tangan di sana, lembab karena airmata yang daritadi tak henti-henti berjatuhan, dan pasai karena gering yang sudah tiga hari tak mau surut.
 
Haji Ahmad merutuki perempuan itu. Ia juga mengutuki hari di mana ia bertemu perempuan itu untuk pertama kali dan jatuh cinta kepada si perempuan bertahun-tahun yang lampau. "Betapa setan benar-benar pintar menyarukan neraka menjadi seakan surga," kata Haji Ahmad. Ya, bertahun-tahun yang lampau, Haji Ahmad seakan melihat surga dalam diri perempuan itu. Perempuan yang terlihat begitu cantik dalam balutan jilbab berwarna hijau, pandangan yang begitu teduh seperti teduhnya pohon-pohon di kebun belakang rumah masa kecilnya, dan senyuman sesejuk es setrup di hari-hari panjang musim kemarau yang panasnya minta ampun.
 
Haji Ahmad keturunan orang baik. Bapak dan ibunya adalah dua orang pertama yang bisa pergi ke Mekkah di kampungnya. Bapaknya menjadi ketua takmir masjid dan ibunya kepala kelompok pengajian ibu-ibu di desanya. Haji Ahmad anak satu-satunya. Dan semenjak usianya lima tahun, ia telah dikirim ke pondok pesantren terkenal di daerah Jombang, Jawa Timur. Banyak orang besar, alim, dan pintar yang merupakan alumni pondok pesantren tersebut. Bapak dan ibunya menaruh harapan besar kepada Haji Ahmad.
 
"Semoga kau bisa menjadi seperti tokoh-tokoh yang berperan besar dan bermanfaat bagi negara seperti beberapa alumni pondok pesantren itu," demikian dulu bapak dan ibunya berkata setiap kali ia pulang kampung di musim liburan pondok pesantren. Dan ia mengaminkan doa itu. Doa siapa yang lebih ampuh selain doa orangtua?
 
Namun sayangnya, tidak semua doa mesti terkabul. Tidak semua harapan terwujud menjadi kenyataan. Sepuluh tahun sejak Haji Ahmad kecil berangkat ke pondok pesantren tersebut, beberapa kawannya mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Mesir dan Arab Saudi, namun Haji Ahmad masih juga berkutat dengan nahwu yang belum juga dikuasainya. Dia juga belum lancar benar membaca kitab kuning dengan hurup-hurup arab pego gundul. Pengasuh pondok pesantren suatu kali berkata kepada bapak dan ibu Haji Ahmad ketika mereka datang menengok ke pondokan, "anak Abah memang tidak secerdas beberapa temannya yang lain, namun bukan berarti anak Abah bodoh."
 
Setelahnya, bapak dan ibu Haji Ahmad berkata kepada Haji Ahmad, "kalau tidak bisa menjadi orang besar dan bermanfaat bagi negara, paling tidak, kau bisa menjadi orang besar dan
bermanfaat bagi propinsimu."
 
Namun sekali lagi, doa tidak selalu terkabul sekali pun bapak dan ibu Haji Ahmad terus berdoa agar ia menjadi orang besar dan bermanfaat bagi propinsinya dan Haji Ahmad tak henti mengaminkan doa-doa itu.
 
Orang-orang tua yang sudah banyak makan asam garam, yang sepertinya lebih dekat dengan Tuhan daripada orang awam seperti kiai pengasuh pondok pesantrennya pada kesempatan yang lain berkata kepada orangtua Haji Ahmad, "jangan terlalu membebani Ahmad dengan harapan-harapan semacam itu. Dia memang tidak bodoh, tapi sepertinya akan sulit baginya menjadi orang besar yang berkiprah di propinsi. Dan harapan-harapan yang terlalu besar kepadanya bisa membuatnya tertekan dan hanya akan menjadikannya tidak berkembang. Semoga dia bisa menjadi orang yang baik dan bisa menjaga dirinya dari dosa, dan kelak, menjadi kepala keluarga yang mampu membimbing keluarganya ke jalan yang benar."
 
Dan semenjak itulah, bapak dan ibu Haji Ahmad tidak lagi mengatakan sesuatu yang muluk-muluk kepada Haji Ahmad. Pesan si pengasuh pondok pesantren benar-benar mereka pegang, "menjadi kepala keluarga yang baik dan bisa membawa keluarganya ke jalan yang diridhoi Allah itu lebih baik daripada menjadi kepala negara tapi lalim dan mengabaikan kesejahteraan rakyatnya."
 
Ketika tiba masa bagi Haji Ahmad lulus dari pondok pesantren, orangtuanya berupaya segera menikahkan Haji Ahmad dengan perempuan yang baik, perempuan yang alim, perempuan yang bisa menjadi ibu yang baik dan mau terus dibimbing menuju jalan yang benar yang diridhoi Allah. Tapi ternyata mencarikan jodoh bagi orang seperti Haji Ahmad bukanlah pekerjaan mudah. Beberapa kali mereka mencoba menjodohkan Haji Ahmad dengan putri kenalan mereka, namun ada saja hal yang mengganjal sehingga perjodohan itu tidak bisa diteruskan.
 
"Ya kalau memang bukan jodohnya, mau apa lagi?" demikian akhirnya mereka mencoba menghibur diri dengan kenyataan yang mereka hadapi.
 
Hingga pada suatu hari, di sebuah acara semaan alquran, Haji Ahmad bertemu dengan perempuan itu, perempuan berjilbab hijau yang seperti menyimpan surga di dalam dirinya. Dengan bertanya kepada beberapa orang, tahulah Haji Ahmad bahwa perempuan itu sering mengikuti acara semaan alquran. Haji Ahmad merasa bahwa perempuan itu adalah jodohnya. Dan Haji Ahmad semakin kepikiran perempuan itu ketika mendapat lebih banyak informasi. Perempuan itu adalah perempuan yang tak putus dirundung malang. Orangtuanya meninggal karena penyakit panas ketika si perempuan masih berusia sepuluh tahun. Perempuan itu anak tertua dan masih memiliki dua adik lagi. Setelah kematian kedua orangtuanya, si perempuanlah yang bekerja untuk menghidupi dua adiknya.
 
"Dia bekerja apa saja. Tak tentu. Namun dia selalu rajin mengikuti semaan alquran dan kerap hadir pada acara-acara pengajian. Dia perempuan yang baik dan pasti bisa menjadi istri yang berbakti. Kalau kau menikah dengannya, rumahtanggamu insyaallah sakinah," demikian yang dikatakan salah satu hafidz yang ditemui Haji Ahmad.
 
Sebulan kemudian, Haji Ahmad menikahi perempuan itu. Waktu itu, Haji Ahmad belum menunaikan ibadah haji. Dan ia tidak memiliki pekerjaan selain sholat, membaca alquran, mengikuti pengajian, tahlilan, dan hal-hal semacam itu. Kebun dan sawah orangtuanya cukup luas dan dikelola dengan baik oleh orangtuanya sehingga hasilnya lebih dari cukup untuk menunjang kehidupan Haji Ahmad dan istrinya. Perempuan itu, setelah resmi menjadi istrinya, juga tidak tampak lagi bekerja serabutan seperti dulu. Adik-adik perempuan itu juga bisa meneruskan sekolahnya dengan biaya dari orangtua Haji Ahmad. Namun meski pun sudah menjadi istri Haji Ahmad, perempuan itu tetap saja tidak menceritakan secara detail pekerjaan apa yang dulu dilakukan si perempuan. "Pokoknya serabutan," begitu si perempuan senantiasa menjawab.
 
Kehidupan pernikahan mereka sepertinya baik-baik saja sekali pun mereka belum dikaruniai anak. Ketika usia pernikahan mereka menginjak lima tahun, kedua orangtua Haji Ahmad meninggal karena kecelakaan lalu lintas dalam perjalanan untuk menghadiri sebuah pengajian di kota kecamatan. Sesaat sebelum meninggal, di rumah sakit, bapak Haji Ahmad berpesan agar kalau punya rejeki berlebih, Haji Ahmad segera menunaikan ibadah haji. Haji Ahmad menganggap pesan bapaknya sebagai wasiat yang harus segera dilaksanakan. Namun tentu saja itu hal yang sulit karena selama ini ia tidak bekerja selain beribadah. Haji Ahmad juga tidak tahu bagaimana caranya bertani sekali pun orangtuanya mewarisinya sawah dan kebun yang cukup luas. Untunglah, adik-adik istrinya sudah selesai sekolah dan telah pula sanggup bekerja di kota propinsi hingga tak lagi membebani Haji Ahmad.
 
Pesan bapaknya untuk segera menunaikan ibadah haji terus mengiang di telinga Haji Ahmad, membuatnya tidak tenang. Hingga pada tahlilan empatpuluh hari meninggalnya orangtuanya, Haji Ahmad mendapat ide cemerlang, "aku akan menjual sawah dan kebun itu dan hasil penjualannya akan kugunakan untuk pergi haji."
 
Istrinya keberatan dengan hal itu. Namun Haji Ahmad berkata, "toh, aku juga tidak memiliki kemampuan bertani. Dan jangan khawatir tentang kehidupan kita setelahnya. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya kelaparan, apalagi hamba yang seluruh waktunya dihabiskan untuk memuji dan beribadah kepada-Nya. Rejeki akan datang dengan cara yang tidak disangka-sangka."
 
Haji Ahmad kemudian memang pergi menunaikan ibadah haji. Tidak ada lagi sisa penjualan sawah dan ladang itu. Dan sepulangnya dari tanah suci, Haji Ahmad semakin giat beribadah. Jauh lebih giat dari sebelumnya. Dan pada waktu itulah, orang-orang mulai sering melihat istri Haji Ahmad keluar rumah. Ketika ada yang bertanya, perempuan itu menjawab, "pergi bekerja." Dan tetap tak ada yang tahu apa pekerjaan perempuan itu.
 
Haji Ahmad sepertinya juga tidak perduli dengan pekerjaan istrinya. Ia benar-benar ahli ibadah yang baik. Dan ia memang berkonstrasi penuh ke sana. Istrinya memang bekerja untuk menunjang kehidupan mereka, namun Haji Ahmad yakin rejeki yang didapat istrinya itu adalah juga karena ibadahnya yang tak putus-putus. Allah memang selalu mendatangkan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka, bukan?
 
Hingga semua berubah pada suatu hari. Seorang lelaki perlente memarkir mobilnya di depan rumah Haji Ahmad. Lelaki itu turun dari mobil, mengetuk pintu rumah Haji Ahmad dan mengganggu Haji Ahmad yang tengah mendaras alquran. Istri Haji Ahmad gering sudah tiga hari terakhir ini dan hanya bisa terbaring di atas dipan.
 
"Benarkah ini rumah Siti?" lelaki itu bertanya. Haji Ahmad mengiyakan, mempersilakan lelaki itu masuk. Dan bertanya bagaimana si lelaki kenal dengan istrinya.
 
"Sudah tiga hari Siti tidak terlihat di komplek. Setiap siang saya datang ke komplek karena saya tahu Siti hanya siang hari saja di sana. Saya pelanggan tetapnya. Saya sebenarnya mencintainya. Namun dia selalu menolak lamaran saya. Padahal maksud saya baik, ingin mengentasnya dari dunia pelacuran. Saya kira, dia menolak karena tidak mau menjadi istri simpanan saya. Oya, apakah saudara ini kakaknya? Siti pernah cerita kalau dia tinggal dengan kakaknya yang menderita suatu penyakit sehingga tidak memungkinkan untuk bekerja."
 
Untuk beberapa saat, Haji Ahmad tertegun, tak mampu bicara sepatah kata pun. Namun begitu dia bisa menguasai dirinya, dengan berang yang luarbiasa, dengan suara menggelegar, Haji Ahmad
mengusir lelaki itu.
 
Dari kamar, istrinya mendengar kejadian itu. Ia menangis. Namun tangisan itu tak cukup menghadirkan rasa belas pada diri Haji Ahmad. Malah, marahnya semakin menjadi-jadi. Dan dengan kalap, Haji Ahmad memukul dan menampar istrinya.
 
"Kau perempuan laknat! Kau kerak neraka! Kau pelacur sial! Allah akan menyiksamu dengan adzab yang tak terkira pedihnya! Allah membencimu dan tak ada tempat untukmu di rumah ini. Allah akan menempatkanmu di neraka selama-lamanya!" rutuk Haji Ahmad.
 
Makian dan cercaan seperti tak habis-habisnya. Haji Ahmad dengan menggunakan dalil-dalil, hadits-hadits, dan ayat suci-ayat suci, terus saja meneriaki dan menakuti istrinya. Sampai istrinya bertanya lirih, "benarkah Tuhan seperti yang kau sangka?".

Padahal orang yang bertobat dari maksiat itu sama saja bayi yang baru lahir dihadapan Allah SWT. dan tidak jarang hati seorang alim pun lebih kotor dari pelacur karena merasa diri paling hebat dan paling berilmu. ada  kisah dari hadist Rasulullah saw bahwa pelacur bisa masuk surga karena kebaikan akhlaqnya dan ahli ilmu masuk neraka karena kesombongan dan hanya mengharapkan pujian orang.


Nasehat Yang Tersirat dari Kisah Ini  :

- Dunia Memang ladang ujian dan cobaan barangsiapa bersabar dan mampu menerima kenyataan, dan pasrahkan kepada Allah SWT maka ia akan memperoleh kehidupan yang lebih baik di akhirat kelak.

- Jodoh sudah diatur Allah SWT, tidak akan tertukar, jika jodoh kita berakhlaq buruk maka itu cermin dari kekotoran hati yang tidak terlihat oleh diri sendiri. maka jangan salahkan istrimu, apalagi Takdir Tuhanmu salahkan dirimu, apakah hatimu sudah bersih untuk mendapatkan seorang jodoh yang sempurna? apakah akalmu cukup sehat untuk mendapatkan jodoh yang bersikap dewasa? Apakah akhlaqmu sudah sempurna untuk mendapat jodoh yang begitu sempurna pula?

- Orang yang bertobat dari maksiat sama dengan orang yang baru masuk islam seperti bayi yang baru lahir. jadi jangan seenaknya menjustice (memvonis) seseorang karena Takdir Allah belum tentu seperti yang kau kira, bisa jadi ahli maksiat mati khusnul khotimah dan ahli ibadah malah mati buruk. semua itu adalah sebab tersembunyi dari penyakit hati manusia.

- Allah SWT maha penerima Taubat, mumpung hembusan nafas masih dirongga dada jangan menunda berhenti dari maksiat sebelum ajal memutuskan kita dari pintu taubat.


Rerefensi : Koran Suara Merdeka

Nasehat Oleh : www.Ashabul-Muslimin.tk


[ Read More ]

Dua Ustazah Digerebek saat Pesta Seks

Dunia memang mendekati kiamat, bayangkan seorang pengajar agama malah melakukan hal yang jauh menyimpang dari agama, kalau semua guru seperti ini dijamin indonesia akan kiamat segera karena generasinya rusak semua. berikut beritanya :

Dua Ustazah Digerebek saat Pesta Seks

Dua Ustazah Digerebek saat Pesta Seks (ilustrasi)

Dua Ustazah Digerebek saat Pesta Seks (ilustrasi)


BANGKALAN - Dua pasangan muda-mudi digerebek warga saat pesta seks di dalam kamar perumahan guru, Dusun Betambek, Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Saat digerebek kedua pasangan itu sedang berhubungan intim. Dalam penggerebekan tersebut, warga hanya berhasil menangkap tiga orang yakni seorang laki-laki yang diketahui sebagai guru SD dan dua perempuan yang dikenal sebagai ustazah pengajar di sebuah SMP.

Sementara satu laki-laki berhasil kabur. Pria ini merupakan ustaz karena mengajar di salah satu madrasah. Kini, ketiga orang itu diamankan aparat desa setempat untuk diproses lebih lanjut.

"Warga menggerebek pasangan mesum di kamar ustazah tadi malam. Mereka adalah guru SD dan ustazah. Guru SD berinisial Ed, dan yang kabur Sl. Untuk nama kedua ustazahnya saya tidak tahu karena bukan orang sini, melainkan guru bantu dari Pasuruan," terang Sekdes Katol Barat, H Subaidi, Kamis (11/12/2014).

Menurut Subaidi, terbongkarnya pesta seks tersebut berawal ketika tetangga sang ustazah mendengar suara desahan seperti layaknya orang berhubungan intim dari dalam rumah. Merasa curiga, mereka memberitahu warga lain.

Kemudian, warga menggerebek rumah tersebut dan membuka paksa pintu kamar ustazah. Ternyata, ada pasangan sedang mesum. Warga juga membuka paksa kamar yang satunya. Pada kamar itu juga kedapatan pasangan ustaz-ustazah sedang mesum.

"Tapi, sayangnya Sl berhasil kabur dari sergapan warga. Sekarang ketiga orang ini diserahkan kepada kepala desa untuk diproses lebih lanjut. Karena perbuatan mereka sudah tidak lagi mencerminkan seorang guru dan ustazah, melainkan telah menyimpang dari norma agama," tutur Subaidi.(fid)

(ded)

[ Read More ]

Mungkinkah menggunakan produk berlogo freemason semacam pesugihan?

SAYA MASIH BELUM MENEMUKAN JAWABAN ?

kenapa banyak sekali produk-produk yang berlogo iluminati semacam mnc sky vision yang berlogo mata satu, apple yang berlambang buah apel yang dimakan separo semacam lambang buah khuldi milik fremason, kemudian windows, trans tv dan lain sebagainya tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena semua sistem milik yahudi freemason pengikut dajjal telah menyusup kesleuruh bidang manusia . dapatkan anda memberi jawaban dan terlebih lagi  produk mereka lebih laris dipasaran karena menggunakan logo-logo fremason dibandingkan dengan produk produk lain yang tidak menggunakan logo freemason si antek dajjal.
[ Read More ]

    close
    Banner iklan disini

    Kunjungan Anda

    Total Tayangan Halaman