berbagi pengetahuan tentang Islam diakhir zaman.بِـسْـمِ اللهِ

Premium Blogger Themes - Starting From $10
#Post Title #Post Title #Post Title
Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan

Gambaran Kehidupan Penghuni Surga Dan Keindahannya

Allah sudah menjanjikan surga bagi hambaNya yang beriman, bertakwa, rajin beribadah, berbuat baik dan selalu mentaati dan mengikuti syariat Rasulullah SAW.Lantas, bagaimana sih gambaran kehidupan surga itu yang sudah dijanjikanNya? Secara umum, hidup di surga penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan.

Tidak ada orang yang mempunyai buruk rupa, tidak ada orang tua, wajah semua penduduknya memancarkan cahaya kebahagiaan.
Di dalam surga tidak akan mengalami kedinginan atau juga kepanasan. Selain itu, kelak di surga selalu sejuk dan segar dikelilingi sumber mata air yang mengalir begitu indahnya.

Berikut video yang dicuplik dari Khazanah Trans 7 mengenai kehidupan surga. Barangkali tertarik untuk menonton.

Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan gambaran kehidupan surga menurut Al Quran, Hadits, dan para Ulama.

1 Kehidupan di Surga Aman dan Abadi

kekal dan abadi di surga
safehavenofracine.org
Dalam surat Ad-Dukhan ayat 51-57 dijelaskan orang yang bertakwa akan dimasukkan ke dalam surga. Di dalam surga mereka tidak akan pernah merasakan mati.

Selanjutnya Allah memberikan karunia kepada mereka sehingga bisa terhindar dari siksa api neraka. Dan apa yang mereka dapatkan itu merupakan sebuah keberuntungan yang besar.

2 Kehidupan di Surga Penuh dengan Kedamaian

damai tenang di surga
hellohcg.blogspot.com
Dalam surat Al-Hijr ayat 45-48 dijelaskan sesungguhnya orang yang bertakwa akan dimasukkan ke dalam surga dengan rasa aman dan sejahtera

Kemudian Allah akan menghilangkan segala rasa dendam yang ada pada hati penduduknya, semua penduduk surga adalah bersaudara, mereka tidak akan merasa lelah dan tidak akan dikeluarkan darinya.

3 Penduduk Surga Hidup dengan Segala Keindahan, Kemewahan dan Segala Perhiasan

matthias-haker.deviantart.com
matthias-haker.deviantart.com
Dalam surat Al-Kahfi ayat 30-31 dijelaskan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amal baik. Mereka itu akan mendapatkan surga Adn.

Dimana di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Selain itu mereka juga akan diberi perhiasan gelang emas dan mereka akan memakai pakaian hijau yang terbuat dari sutera halus dan tebal.Mereka juga akan duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang begitu indah.

4 Memperoleh Rezeki yang Tidak Ada Habisnya

rizki yang tak habis di surga
500px.com
Dalam surat Shaf ayat 49-54 dijelaskan bawaj orang-orang yang bertakwa akan memperoleh kehormatan dan tempat kembali yang baik yakni surganya.

Di dalamnya mereka akan mendapatkan buah-buahan yang banyak serta mereka akan bertelekan di atas dipan-dipan. Sungguh rezeki yang tidak akan ada habisnya.

5 Selalu Diliputi Kemudahan, Tidak Pernah Ada Kesulitan

surga selalu berikan kemudahan
500px.com
Ada sebuah mata air surga yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan orang-orang yang berbuat baik akan diberi air dingin dan hangat yang aromanya wangi.selain itu, ketika ingin memetik buah-buah yang ada di Surga, maka buah-buahan tersebut akan mendekat kepada para penghuni surga dan ia bebas untuk memilihnya.

Begitupun ketika mereka ingin mendapatkan makan atau minum, maka akan dihidangkan kepada mereka makanan dan minuman enak dan lezat yang mengundang selera.Di dalam surga, para penghuninya tidak akan mendapatkan kesusahan sedikitpun. Apa yang diinginkan akan dengan begitu mudah untuk didapatkan.

6 Selalu Dalam Keadaan Bersih, Sehat, Tampan dan Wangi

youtube.com
youtube.com
Kondisi para penghuni surga begitu mulus, tampan dan bercahaya. Mereka akan selalu muda dan pakaiannya tidak pernah lusuh.Selanjutnya, mereka juga tidak akan sakit, meludah, beringus, buang air kecil dan buang air besar. Mereka kekal di dalam surga selalu dalam keadaan bersih, sehat, tampan dan wangi.

Rasulullah SAW bersabda;
Seruan di Surga Di surga akan ada seorang penyeru yang berkata Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat walafiat dan tidak menderita sakit selama-lamanya.
Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama-lamanya. Sekarang tibalah saat kalian tetap muda dan tidak tua selama lamanya.sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak sengsara selam lamanya. (HR. Muslim)
Sebagai penutup, barangkali kamu juga tertarik untuk mendapatkan gambaran siksa di neraka Jahannam, silahkan dibaca.

Makanan dan Minuman di Surga

makanan dan minuman di surga
pexels.com
Imam Ahmad berkata, telah menceritakan kepada kami Miskin bin Abdul Aziz dari ‘Asy’asy Adh-Dharir dari Sahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya penghuni Surga yang paling rendah adalah orang yang memiliki tujuh tingkatan dan tiga ratus pelayan yang mendatanginya setiap pagi dan sore dengan membawa tiga ratus piring yang terbuat dari emas dengan berisi makanan. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya. Mereka membawa pula tiga ratus bejana yang memiliki warna yang berbeda-beda. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya.”

“Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim. (Yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.” (Qs.Al Muthoffiffin: 27-28)

8 Pakaian dan Perhiasan

pakaian dan perhiasan di surga
colourmeasure.com
“Mereka memaikai pakaian sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat  dari perak, dan Tuhan  memberikan kepada mereka minuman yang bersih.” (Qs. Al-Insaan: 21)

Diriwwayatkan oleh Harmalah dari Ibnu Wahb dari Umar, bahwasanya Darraj (Abu Sammah)  menceritakan kepadanya dari Abu Haitsam dari Abu Sa’id Al Khudri dari Rasulullah,
Sesungguhnya seseorang di Surga akan bertelekan selama tujuh puluh tahun sebelum ia bergerak. Lalu istrinya  datang kepadanya dan menepuk bahunya, iapun memandangi istrinya dan tampak olehnya mukanya di dahi istrinya lebih jelas daripada cermin.
Dan sesungguhnya mutiara yang paling kecil yang dipakai istrinya dapat menerangi apa yang ada di antara timur dan barat. Lalu istrinya menyalaminya dan ia pun menjawab salam  salam itu seraya bertanya, “Siapakah anda?” Istrinya menjawab: “Akulah tambahan.”

Dan sesungguhnya  istrinya itu memakai tujuhpuluh pakaian, dan pakaian yang paling rendah sama seperti kaca , pandanagannya menembus hingga ia dapat melihat sum-sum istrinya itu dari balik pakaiannya. Dia memakai pula mahkota. Dan mutiara yang paling kecil pada mahkota itu dapat menerangi apa yang ada diantara timur dan barat.
9 Penghuni Surga Memandangi Wajah Allah

penghuni surga berhak memandang wajah Allah
onthreelegs.com
Muhammad bin Yazid bin Majah berkata di dalam kitabnya ‘kitab sunnah” : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Syawarib dari Abu Hashim Al Ibadani dari Al Fadhl Ar-Ruqasyi dari Ibnu  Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah ra. Bahwasanya Rasulullah bersabda,
Disaat penghuni Surga   asyik merasakan kenikmatan yang mereka dapatkan, tiba-tiba muncul cahaya, mereka mengangkat muka-muka mereka, ternyata Allah SWT telah menampakkan wajah-Nya dengan Rahmat-Nya dari arah atas mereka. Allah SWT berfirman, “Salam atas kamu wahai penghuni Surga.”

Lalu beliau bersabda, “Yang demikian itulah makna firman Allah SWT, “(Kepada mereka dikatakan ) salam, sebagai ucapan salam dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S Yaasiin: 58).”
Penghuni surga juga tidak tidur karena tidak ada kelelahan di dalam Surga.

10 Terdapat Kuda yang Indah di Surga

hewan kuda di dalam surga
wallpapers55.com
Imam Tirmidzi berkata : telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman dari Ashim bin  Ali Mas’udi dari Uqbah bin Al Qamah bin Khadiij dari Sulaiman bin Abu Buraidah dari bapaknya bahwasanya Rasulullah, apakah di Surga ada kuda? 

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya jika engkau dimasukkan ke Surga olehAllah, maka setiap kali engkau ingin menggunakan kuda maka engkau akan menggunakan kuda dari yakut yang merah yang akan menerbangkanmu ke mana engkau sukai.” 

Laki-laki itu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah orang yang sangat menyenangi kuda, maka apakah di Surga ada kuda?” Rasulullah bersabda: “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya di dalam surga ada kuda dan onta tanpa pemilik, berjalan di sela-sela daun di Surga, penghuni surga mempergunakannya untuk saling mengunjungi ke mana saja mereka kehendaki.”

Wallahu Alam
[ Read More ]

Macam Macam Azab Penghuni Neraka Jahanam

Berikut ini adalah macam macam siksaan penghuni neraka jahanam


1. Azab bagi Orang Kafir


Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam bersabda:

"Sesungguhnya, tebal kulit seorang kafir (di neraka) ialah 42 hasta ukuran orang kuat yang besar. Giginya sebesar gunung Uhud, dan sungguh tempat duduknya dia di Jahannam seluas Makkah dan Madinah. "(HR. At-Tirmidzi dan al-Hakim. Lihat Shahihul Jami 'no. 2110)

Namun, kerana dahsyatnya neraka, kulit tersebut matang apabila terbakar. Allah Subhanallahu wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "(An-Nisa: 56)


2. Orang yang paling dahsyat siksanya


Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata:

"Orang yang paling dahsyat siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar (makhluk bernyawa)." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1559)

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu juga, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Sesungguhnya orang yang paling dahsyat siksanya pada hari kiamat adalah seseorang yang membunuh nabi atau dibunuh oleh nabi, dan seseorang yang membuat berhala." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1011)

Dari Khalid bin Walid Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Manusia yang paling dahsyat siksanya adalah orang yang paling bengis ketika menyiksa manusia di dunia." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1009)


3. Azab bagi orang yang berbuka di bulan Ramadhan sebelum waktunya


Dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang digantung dalam keadaan kaki di atas dan mulut mereka robek-robek. Darah mengalir dari mulut mereka. Aku berkata, 'Mereka adalah orang yang berbuka di bulan puasa sebelum dihalalkan berbuka'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)


4. Azab bagi penzina


Masih hadits dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, bau tubuhnya sangat busuk, paling buruk dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan). Aku tanyakan, 'Siapakah mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah penzina laki-laki dan perempuan'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)


5. Azab bagi wanita yang tidak mahu menyusui anaknya


Pada lanjutan hadits Abu Umamah al-Bahili ra di atas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya berangkat membawa, ternyata ada wanita-wanita yang puting susu mereka digigit ular. Aku bertanya, 'Siapa mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah wanita yang tidak mahu memberikan air susu mereka kepada anak-anak mereka'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy -Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam mengkhabarkan bahawa jika ular di neraka menyengat satu gigitan, akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. Demikian juga kala jengking di neraka, apabila menggigit satu gigitan akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. (HR. Al-Baihaqi, lihat ash-Shahihah no. 3429)


6. Azab bagi peminum arak (minuman keras)


Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahawa Nabi shallallahu' alaihi wassalam bersabda,

"Ada tiga macam manusia yang tidak masuk syurga, peminum arak, pemutus silaturahim, dan orang yang mempercayai sihir. Barangsiapa mati sebagai peminum arak, maka Allah memberinya minum dari sungai Ghuthah. Seseorang bertanya, 'Apa itu sungai Ghuthah?' Rasul menjawab, 'Sungai yang mengalir dari kemaluan para pelacur. Para penghuni neraka lain merasa terganggu oleh bau kemaluan mereka '. "(HR. Ahmad dalam Musnadnya 4/399)


7. Azab bagi pemilik harta yang tidak menunaikan zakatnya


Dalam Shahih Al-Bukhari terdapat riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sabda Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam,

"Tidak seorang pun pemilik harta yang tidak menunaikan zakatnya, melainkan hartanya kelak akan diperlihatkan di hadapannya dalam wujud seekor ular botak. Ular itu mempunyai dua titik hitam di atas matanya. Dia mematuk pangkal dagu orang itu seraya ia berkata, "Akulah hartamu, akulah simpananmu." (HR. Al-Bukhari dalam shahihnya 6/39 cet. Asy-Sya'b)

Dalam riwayat lain diceritakan, "Orang itu lari menghindarinya, tapi ular itu mengejarnya. Lalu dia berlindung darinya, tapi ular itu mematuk tangannya dan melilitnya. "


8. Azab bagi orang yang ucapannya tidak sesuai dengan perbuatannya


Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Akan didatangkan seseorang kemudian dia dicampakkan ke neraka. Maka dia di sana berputar seperti berputarnya keldai di tempat penggilingannya, hingga para penduduk neraka berkumpul mengelilinginya. Mereka berkata kepadanya: "Wahai fulan, bukankah engkau dulu di dunia yang menyuruh kami kepada yang baik dan melarang kami dari yang mungkar?" Usamah berkata, dia menjawab: "Aku dulu menyuruh kamu kepada yang baik (tapi) aku tidak melakukannya. Dan aku melarang kamu dari yang buruk, (tapi) aku melakukannya. "(Shahihul Jami ')

Dari Anas bin Malik bahawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Pada malam Isra 'aku dibawa kepada beberapa kaum yang lidah mereka dipotong dengan gunting api. Setiap kali selesai dipotong, lidah itu kembali lagi. Aku berkata: "Siapa mereka itu, wahai Jibril?" Jibril berkata: "Mereka adalah para penceramah dari kalangan umatmu yang mereka mengucapkan apa yang tidak mereka lakukan dan mereka membaca Kitabullah, tapi tidak mengamalkannya." (Shahihul Jami ': 128)


9. Azab bagi orang yang mati bunuh diri


Diriwayatkan oleh Bukhari (5778) dan Muslim (158) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu' alaihi wasallam:

"Sesiapa yang bunuh diri dengan besi di tangannya, dia (akan) menikam perutnya di dalam neraka jahannam yang kekal (nantinya), (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan sesiapa yang meminum racun lalu bunuh diri dengannya, maka dia (akan) meminumnya perlahan-lahan di dalam neraka jahannam yang kekal, (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, dia akan jatuh ke dalam neraka jahannam yang kekal (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. "

Diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Muslim dari Tsabit bin Dhahhak radhyiallahu 'anhu, bahawa Rasulullah shallallahu' alaihi wasallam bersabda:

"Sesiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, maka dia diseksa dengan (alat tersebut) pada hari kiamat."


10. Penduduk neraka yang paling ringan azabnya


Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang dipakaikan kepadanya dua kasut dari api neraka, lantas mendidih otaknya kerananya." (HR. Ahmad dan al-Hakim, lihat ash -Shahihah no. 1680)

Demikianlah pembaca, azab bagi beberapa penghuni neraka. Dan penyebutan macam-macam azab di atas bukanlah bersifat menyekat, kerana seperti kita ketahui dalam hadis Isra 'Mi'raj yang panjang, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam diperlihatkan beberapa orang yang tengah diseksa di neraka.

Beliau melihat orang-orang yang mengambil harta anak yatim secara sewenang-wenang, yang mempunyai bibir seperti bibir unta. Mereka mengambil sepotong api neraka langsung dengan bibirnya itu, lalu api itu keluar lagi dari duburnya. Beliau melihat orang-orang yang suka mengambil riba. Mereka mempunyai perut yang besar, sehingga tidak berganjak dari tempatnya kerana perutnya yang membesar itu. Para pengikut Firaun melewati mereka tatkala digiring ke neraka, lalu mereka melemparkan orang-orang yang mengambil riba ini ke neraka.

Beliau melihat para penzina yang membawa daging berminyak yang baik di tangan dan di sebelahnya ada daging jelek dan busuk. Mereka mengambil daging yang busuk itu dan membiarkan daging yang baik. Beliau juga melihat para wanita yang suka memasuki tempat tinggal kaum laki-laki yang bukan anak-anaknya. Beliau melihat para wanita itu bergelayutan pada payudaranya. Na'udzubillahi min dzalik ..
[ Read More ]

Hadits-Hadits Nabi Tentang Gambaran Surga



 Gambar terkait
dari Abdullah bin Umar r.a. dari Nabi saw. bahwa Rasulullah bersabda, 
"Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian mati, maka tempat duduknya disuguhkan kepadanya siang dan malam. Jika dia penduduk surga, maka kursi itu dari kursi penduduk surga. Dan jika dia penduduk neraka, maka kursi itu kursi penduduk neraka. Lalu dikatakan kepadanya, inilah tempat dudukmu hingga Allah membangkitkan kamu pada hari kiamat." (HR Bukhari dan Muslim)


Juga riwayat lain dalam Shahih Bukhari dan Muslim, yaitu hadits Sa'id al-Khudri bahwa Nabi bersabda,


"Surga dan neraka bertengkar. Surga berkata, 'Mengapa tidak masuk kepadaku kecuali orang-orang lemah dan rendahan.' Dan neraka berkata, "Mengapa tidak ada yang masuk kepadaku selain orang-orang kejam dan sombong.' Maka Allah berfirman kepada surga, 'Engkau adalah rahmat-Ku. Denganmu, Aku merahmati orang yang Aku kehendaki.' Dan berfirman kepada neraka, 'Aku mengazab denganmu siapa yang Aku kehendaki.'"(HR Bukhari dan Muslim)


Dan dalam kitab-kitab Sunan, terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah bersabda,


"Tatkala Allah menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril ke surga dan berfirman kepadanya, 'Pergi dan lihatlah kepadanya dan kepada apa yang Aku persiapkan untuk penghuninya.' Lalu Jibril pun pergi melihat surga dan apa yang dipersiapkan untuk penghuninya."(HR Tirmidzi dan Ahmad)


Dalam dua hadits sahih tentang ism', Rasulullah bersabda,

"Kemudian aku diangkat ke Sidratul-Muntaha. Aku melihat daun-daunnya lebarnya seperti telinga gajah, buahnya seperti punuk unta yang paling baik, dan ia memiliki empat sungai. Sungai lahiriah dan sungai batiniah. Lalu aku bertanya kepada Jibril, 'Apa ini wahai Jibril?' Jibril menjawab, 'Sungai lahiriah adalah sungai Nil dan Eufrat, sedangkan sungai batiniah adalah dua sungai yang berada di surga.' (HR Bukhari dan Muslim)


Dan dalam hadits di atas juga disebutkan,

"Kemudian aku dimasukkan ke dalam surga. Maka (kulihat) dinding surga itu terbuat dari mutiara dan tanahnya dari misk."

Dalam shahih Bukhari dari Anas r.a. disebutkan bahwa Nabi saw. bersabda,

"Ketika aku berjalan di dalam surga, aku berada di sungai yang kedua pinggirnya terbuat dari kubah yang terbuat dari mutiara cekung. Lalu aku bertanya, 'Apa ini Jibril?' Jibril menjawab, 'Ini adalah al-kaustar yang diberikan kepadamu.' Lalu malaikat memukul dengan tangannya, maka kulihat tanahnya adalah parfum dari minyak kasturi." (HR Bukhari dan Ahmad)


Dalam sebuah hadits tentang shalat kusuf yang terdapat dalam shahih Muslim, disebutkan bahwa ketika shalat Nabi bergerak maju mundur. Kemudian setelah
 

"Telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka. Lalu surga didekatkan kepadaku, hingga seandainya aku memetik satu buah dan surga itu, pasti aku dapat mengambilnya. Dan seandainya aku mengambilnya, maka kalian akan makan darinya selama dunia masih ada"(HR Muslim dan Nasai)


Dalam shahih Muslim dari Ibnu Mas'ud r.a., yaitu tentang penafsiran firman Allah,

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati!

Tapi mereka hidup. Mereka diberikan rezeki disisi Tuhannya." (Ali Imran: 169)


Rasulullah saw. bersabda,

"Ruh mereka berada dalam perut burung hijau yang memiliki lampu-lampu yang tergantung di Arsy. Mereka terbang dari surga ke mana saja dihendakinya. Kemudian mereka kembali berlabuh dalam lampu-lampu itu. Lalu Tuhanmu melihat keadaan mereka dan berfirman, 'Apakah kalian menginginkan sesuatu?' Mereka menjawab, 'Apa lagi yang kami inginkan, sedangkan kami terbang dari surga kapan saja kami hendaki.'" (HR Muslim dan Tirmidzi)


Dalam hadits shahih, dari hadits Ibnu Abbas r.a. disebutkan bahwa Rasulullah bersabda,

"Tatkala saudara-saudaramu terbunuh, Allah menjadikan ruh mereka dalam perut burung hijau yang selalu mendatangi sungai-sungai surga, makan dari buahnya, bernaung di bawah lampu-lampu yang terbuat dari emas tergantung dalam payung Arsy. Tatkala mereka merasakan kelezatan makanan, minuman, dan tempatnya, mereka mengatakan, 'Siapakah yang akan memberitakan kepada saudara-saudara kami bahwa kami dalam surga, kami diberi rezeki supaya mereka tidak segan-segan berjihad dan tidak menahan diri pada saat perang? Lalu Allah menjawab, 'Aku yang akan memberitahukan mereka tentang kalian-kalian. 'Lalu Azza Wajalla berfirman, 'Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah ....'" (HR Ahmad)

Dalam kitab al-Muwaththa terdapat sebuah hadits dari Ka'ab bin Malik r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,

"Sesungguhnya jiwa orang mukmin dimakan seekor burung yang terbang di surga hingga Allah mengembalikannya kepada jasadnya pada hari dibangkitkannya." (HR Malik)


Dalam shahih Bukhari disebutkan bahwa ketika Ibrahim putra Rasulullah wafat, maka Rasulullah saw. bersabda,

''Ibrahim mempunyai seorang ibu yang menyusuinya di surga." (HR Bukhari dan Ahmad)

Dalam Shahih Bukhari dari Imran bin Hushain r.a. disebutkan bahwa Rasulullah bersabda,

"Saya menengok ke surga. Saya melihat sebagian besar penghuninya adalah para fakir. Kemudian saya menoleh ke neraka dan saya melihat bahwa sebagian besar penghuninya adalah kaum perempuan." (HR Bukhari dan Ahmad)

wallahu'alam

[ Read More ]

Sesungguhnya Sebaik Baik Bekal dan Kekayaan adalah TAKWA

 https://www.konfrontasi.com/sites/default/files/styles/article_big/public/article/2016/03/1_287.jpg?itok=lVZ0n2Jh


"Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (al-Baqarah:

197)

Orang-orang yang tertipu, menjual dan menukar tempat mereka di surga dengan harga dan sesuatu yang hina dan rendah. Sedangkan, orang-orang yang mendapatkan taufik menjual diri dan harta mereka untuk Allah SWT, dan menjadikan segala yang mereka miliki sebagai biaya untuk menebus surga. Sehingga, mereka memperoleh laba dari perniagaan ini dan memperoleh kemenangan yang sangat besar.

Allah SWT berfirman,

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (at-Taubah: 111)

Allah SWT tidak mengeluarkan Adam a.s. dari surga, kecuali untuk mengembalikannnya dalam kondisi yang paling sempurna, sebagaimana di dalam sebuah perumpamaan dikatakan bahwa Allah SWT berfirman kepada Adam a.s.,

"Wahai Adam, janganlah engkau terkejut dengan perkataan-Ku 'keluar dari surga', karena untukmulah Aku ciptakan surga itu. Sesungguhnya Aku tidak membutuhkannya dan tidak membutuhkan suatu apapun. Aku Maha Pemurah. Aku tidak bersenang-senang di dalamnya. Aku Maha Memberi makan dan Aku tidak membutuhkan makan. Aku Maha Kaya dan Maha Terpuji. Akan tetapi, turunlah engkau ke tempat persemaian. Jika engkau telah menaburbenih lalu benih itu tumbuh dan berdiri tegak di atas batangnya kemudian menghasilkan buah, maka saat itu kemarilah engkau. Lalu Aku akan membayar setiap biji yang sangat engkau butuhkan dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, dan terus hingga kelipatan-. kelipatan yang sangat banyak. Sesungguhnya Aku lebih mengetahui kemaslahatanmu daripada dirimu sendiri dan Aku Maha Agung lagi Maha Bijaksana."


Itulah balasan surga yang berlipat yang siapkan untuk orang-orang bertakwa dan orang-orang mukmin pada hari kiamat kelak.

[ Read More ]

Berapakah Jumlah Tingkatan Surga?



 http://www10.0zz0.com/2011/09/28/08/562298132.jpg
Allah SWT menjadikan surga sebagai tempat menerima imbalan dan pahala, dan membagi-bagi tingkatan surga, sesuai amal perbuatan para penghuninya. Maka, Allah SWT menciptakan surga dan membagi-bagi tingkatannya, karena di dalam pembagian itu terdapat hikmah yang sesuai dengan nama dan sifat-sifat-Nya. Sesungguhnya surga bertingkat-tingkat, dan jarak antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya seperti jarak antara langit dan bumi. Hal ini sebagaimana terdapat dalam riwayat yang shahih, Rasulullah saw. bersabda,

"Sesungguhnya surga itu terdiri dari seratus tingkatan. Jarak antarsatu tingkatan dengan yang lain seperti jarak antara bumi dan langit."(HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)


Hikmah Allah SWT menghendaki agar semua tingkatan surga ini dihuni. Dan, perbedaan tingkatan-tingkatan surga itu sesuai dengan amal perbuatan penghuninya. Ini sebagaimana dikatakan oleh beberapa ulama salaf, "Para penghuni surga selamat dari siksa neraka adalah karena maaf dan ampunan Allah SWT. Mereka masuk surga karena kemurahan, nikmat, dan ampunan Allah SWT semata. Dan, mereka membagi-bagi tempat mereka di surga sesuai dengan amal perbuatan mereka." Berdasarkan hal ini, beberapa ulama menetapkan bahwa seseorang masuk surga adalah karena amal perbuatannya, sebagaimana firman Allah SWT,

"Dan itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan." (az-Zukhruuf: 72).
Juga firman-Nya,

"Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan."

(an-Nahl: 32)


Sedangkan nash-nash yang menunjukkan bahwa seseorang tidak masuk surga karena amal perbuatannya, seperti sabda Rasulullah saw. dalam hadits riwayat Bukhari, "Tak seorang pun akan masuk surga karena amalnya." Lalu para sahabat bertanya, "Apakah engkau juga wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Demikian pula aku."

Maksudnya bahwa pada dasarnya mereka tidak masuk surga. Jawaban yang lebih tepat adalah bahwa huruf ba' yang bermakna sebab bukan huruf ba' yang tidak memiliki makna sebab. Huruf ba' pertama ini disebut ba' sababiyyah {ba' yang memiliki arti sebab), yang berarti bahwa amal perbuatan adalah sebab masuk surga, sebagaimana semua sebab membutuhkan akibat. Sedangkan ba' yang kedua yang tidak bermakna sebab, dinamakan ba' mu 'aawadhah wa muqaabalah18, seperti dalam kata-kata orang Arab, "Saya membeli barang ini dengan uang ini." Dan inilah ba' yang terdapat dalam hadits di atas.


Maka, Rasulullah saw. bersabda bahwa masuk surga bukanlah imbalan dari amal seseorang. Seandainya bukan karena limpahan kasih sayang Allah SWT, maka tidak seorang pun masuk surga. Jadi amal seorang hamba, meskipun tidak terbatas jumlahnya, bukan satu-satunya hal yang mengharuskan dia masuk surga, dan bukan pula masuk surga itu sebagai ganti amalnya. Meskipun amal seorang hamba dilakukan sesuai dengan cara yang dicintai dan diridhai Allah SWT, namun itu tidak dapat mengimbangi dan menyamai nikmat yang Allah SWT limpahkan kepadanya di dunia. Bahkan, jika amal perbuatannya dihisab, maka itu hanya setimpal dengan sedikit nikmat Allah SWT. Sedangkan, nikmat-nikmat Allah SWT lain yang ia terima, masih memerlukan rasa syukur. Jadi Allah SWT mengazabnya padahal ia telah berbuat kebajikan, maka itu bukanlah kezaliman dari-Nya atas orang tersebut. Dan apabila Allah SWT memberikan rahmat-Nya kepada orang tersebut, maka rahmat-Nya itu jauh lebih baik dari amal perbuatannya. Ini sebagaimana terdapat dalam sebuah riwayat dari Zaid Bin Tsabit, Hudzaifah dan Iain-lain, yang terdapat dalam kitab-kitab Sunan yang dinisbatkan kepada Nabi saw.19,


"Jika Allah berkehendak mengazab para penghuni surga dan para penghuni bumi-Nya, Dia pasti mengazab mereka, dan itu bukanlah kezaliman dari-Nya atas mereka. Dan jika Allah member! rahmat-Nya kepada mereka, maka rahmat-Nya lebih baik dari amal perbuatan mereka." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Hibban)


18yang memiliki arti penggantian, penj.

19Riwayat dari shahabat yang dinisbatkan kepada Nabi saw. dalam ilmu hadits disebut hadits marfuu'.


Allah SWT menghendaki penciptaan surga dengan derajatnya yang bertingkat-tingkat dan mengisinya dengan Adam a.s. beserta keturunannya. Allah SWT juga menempatkan mereka di dalam surga sesuai dengan amal perbuatan mereka. Maka sebagai konsekuensi dari kehendak Allah itu, Dia menurunkan Adam a.s. dan keturunannya ke bumi, tempat beramal dan berjuang.


Allah SWT menciptakan Adam a.s. dan anak cucunya sebagai khalifah di muka bumi, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (al-Baqarah: 30)

"Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi." (al-An'aam:

165)

"Dan menjadikan kamu khalifah di bumi." (al-A'raaf: 129)


Jadi Allah SWT hendak memindahkan Adam a.s. dan keturunannya dari kekhalifahan di bumi, menjadi pewaris surga yang abadi. Dengan ilmu-Nya, Allah SWT telah mengetahui bahwa karena kelemahan dan pendeknya pandangan manusia, terkadang mereka lebih memilih sesuatu yang dapat ia nikmati dengan segera namun tidak bernilai, daripada sesuatu yang datangnya tertunda namun sangat berharga. Hal ini disebabkan jiwa manusia lebih senang kepada sesuatu yang dapat mereka dapatkan dengan segera daripada sesuatu yang akan mereka peroleh kelak. Dan, ini merupakan konsekuensi diciptakannya manusia dengan tabiat tergesa-gesa serta diciptakan dengan sifat suka terburu-buru. Karena itu, Allah SWT mengetahui bahwa salah satu sifat manusia adalah lemah.


Maka, hikmah Allah SWT menghendaki untuk memasukkan mereka ke dalam surga, supaya mereka mengetahui secara langsung nikmat yang disiapkan untuk mereka. Sehingga, mereka lebih merindukan dan menginginkannya, serta lebih semangat untuk mendapatkannya. Karena cinta, rindu, dan keinginan mendapatkan sesuatu terjadi karena seseorang telah membayangkan sesuatu tersebut. Barangsiapa yang secara langsung menyaksikan dan merasakan keindahan serta kenikmatan sesuatu, maka dia tidak bisa bersabar untuk menggapainya.


Semua ini terjadi karena jiwa manusia sangat perasa dan perindu. Apabila ia telah merasakan nikmatnya sesuatu, maka ia akan terus merindukannya. Karena itu, jika seorang hamba telah merasakan manisnya keimanan, dan keindahan iman telah menyatu dengan kalbunya, maka akan kokoh kecintaannya kepada-Nya dan selamanya tidak akan goyah oleh sesuatu pun.


Dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari yang berstatus marfu' dan diriwayatkan dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Allah Azza wa Jalla bertanya kepada

para malaikat, "Apa yang diminta oleh hamba-hamba-Ku dari-Ku?" Para malaikat menjawab, "Mereka meminta surga-Mu." Allah bertanya, "Apakah mereka pernah melihatnya?" Mereka menjawab, "Tidak." Allah bertanya kembali, "Bagaimana jika mereka pernah melihatnya?" Mereka menjawab, "Niscaya mereka lebih menginginkannya lagi."


Oleh karena itu, hikmah Allah SWT menghendaki untuk memperlihatkan surga itu kepada Adam a.s., bapak mereka. Dia menempatkan Adam a.s. di surga, kemudian Dia mengisahkan kisahnya kepada keturunan Adam a.s.. Dengan demikian, seakan-akan mereka telah menyaksikannya dan ada bersama Adam a.s. di dalamnya. Maka, orang yang tercipta untuk surga dan surga tercipta untuknya segera memenuhi seruan Tuhan dan segera menuju ke surga. Tidak ada sesuatu yang bersifat sementara dapat memalingkannya, tetapi dia segera mempersiapkan diri untuk menuju ke sana. Ibarat seseorang yang tinggal di suatu tempat, kemudian ditawan oleh musuhnya, maka ketika ia merasa bahwa tempat tersebut adalah kampung halamannya yang asli, niscaya ia senantiasa merindukannya dan tidak dapat tenang hingga ia kembali ke sana.

Wallahu alam

[ Read More ]

    close
    Banner iklan disini

    Kunjungan Anda

    Total Tayangan Halaman