Top Menu

  • Beranda
  • LINK SITUS

Pages

  • Beranda

~{ASHABUS SAMAA'UN}~

berbagi pengetahuan tentang Islam diakhir zaman.بِـسْـمِ اللهِ

Premium Blogger Themes - Starting From $10
#Post Title #Post Title #Post Title

4 Golongan Laki laki Yang Masuk Neraka Karena Wanita

Posted by Marz
- -
0 komentar

Pada hari akhirat nanti, ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Ketika wanita ini mau dilempar keneraka karena selama didunia berbuat maksiat seperti mabuk berzina melanggar larangan agama dan rusak akhlaqnya kemudian ia protes kenapa cuma dia yang masuk neraka sedangkan keluarganya tidak karena ia rusak karena keluarganya tidak memperdulikan pendidikan ahlaqnya. Mereka para Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu.

Siapakah mereka ini, mereka adalah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji dan sebagainya. Dia memperbiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya.Berga¬ul bebas memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yg bukan mahram apabila suami mendiam diri walaupun dia seorang alim seperti solat tidak pernah ditinggalkan, puasa tidak tinggal maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiar melenceng dari ajaran ISLAM, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg haram dari Islam, bila ibu membuat kemungkaran pengumpat, ghibah (menggunjing & sebagainya maka anak itu akan ditanya dan dipertangungjawabkan di akhirat kelak.Nantikan tarikan ibunya ke neraka. Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di

dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami, abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Allah SWT Berfirman:

"Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia, jin dan batu-batu."

Harga seseorang muslim adalah sangat berharga. Allah swt nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (sesiapa yg mengucap kalimah tauhid) dengan itu janganlah kita membuang atau tidak mengindahkan janji dan peluang yg Allah swt berikan pada kita.

[ Read More ]

Doa Pengusir Setan Dan Mahluk Halus Jahat

Posted by Marz
- -
0 komentar

Menghuni tempat baru yang belum pernah anda tinggali kadang ada gangguan mahluk halus. anda tidak usah takut cukup yakin kepada  Allah mereka tidak akan ganggu anda dan baca ayat ini 


بِسْمِ اللهِ، اَمْسَيْنَا بِاللهِ الَّذِيْ لَيْسَ مِنْهُ شَيْئٌ مُمْتَنِعٌ، وَبِعِزَّةِ اللهِ الَّتِى لاَتُرَامُ وَلاَتُضَامُ، وَبِسُلْطَانِ اللهِ الْمَنِيْعِ نَحْتَجِبُ، وَبِاَسْمَآئِهِ الْحُسْنَى كُلِّهَا عَائِدٌ مِنَ اْلاَبَالِسَةِ، وَمِنْ شَرِّ شَيَاطِيْنِ اْلاِنْسِ وَالْجِنِّ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ مُعْلِنٍ اَوْمُسِرٍّ، وَمِنْ شَرِّمَا يَخْرُجُ بِاللَّيْلِ وَيَكْمُنُ بِالنَّهَارِ، وَيَكْمُنُ بِالَّليْلِ وَيَخْرُجُ بِالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّمَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ اِبْلِيْسِ وَجُنُوْدِهِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ اَخِذٌ بِنَا صِيَتِهَا اِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ أَعُوْذُبِااللهِ بِمَااسْتَعَاذَبِهِ مُوْسَى وَعِيْسَى وَاِبْرَاهِيْمَ الَّذِيْ وَفِى مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ اِبْلِيْسِ وَجُنُوْدِهِ وَمِنْ شَرِّ مَايَبْغَى. اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَالصّفّتِ صَفًّا، فَالزّجِرَاتِ زَجْرًا، فَالتّلِيتِ ذِكْرًا، اِنَّ اِلهَكُمْ لَوَاحِدٌ، رَبُّ السَّموتِ وَاْلاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشرِقِ، اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةٍ الْكَوَاكِبِ، وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطنٍ مَارِدٍ، لاَيَسَّمَّعُوْنَ اِلَى اْلْمَلَاِاْلاَعْلَى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ، دُحُوْرًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ. اِلاَّ مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَه شِهَابٌ ثَاقِبٌ.
Artinya : Dengan nama Allah, kami berada di sore ini dengan nama Allah Yang tiada sesuatu pun yang dapat menghalangi-Nya, dan dengan keagungan Allah Yang tidak bisa dikalahkan dan direndahkan. Dengan kekuasaan Allah Yang Maha Mencegah, kami berlindung, dan dengan seluruh nama-nama-Nya yang balk kami berlindung dart kejahatan iblis-iblis dan dart kejahatan setan-setan, baik dari golongan manusia maupun jin. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri dan menyembunyikan diri, dari kejahatan segala sesuatu yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang hari, dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri di siang hari dan bersembunyi di malam hari, .dan dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih. Kami berlindung dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala makhluk yang berada dalam kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Tuhanku selalu menunjukkan jalan yang lurus. Aku berlindung kepada Allah dengan perlindungan yang dimohonkan oleh Musa, `Isa dan Ibrahim yang memenuhi janji, dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih, dan dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala sesuatu yang membangkang. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari kejahatan setan yang terkutuk Dengan nama Allah; Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi (rombongan) yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya. Dan Demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benamya (dari perbuatan maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya (dengan se-benar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka. Setan-setan itu tidak dapat mencuri-dengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka, dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka dia dikejar oleh kilatan api yang cemerlang .
Bacakan Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Ayat Kursi dalam bentuk huruf latin :
ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM
Terjemahan Indoneisa Ayat Kursi
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
[ Read More ]

Gambaran Kehidupan Penghuni Surga Dan Keindahannya

Posted by Marz
- -
0 komentar

Allah sudah menjanjikan surga bagi hambaNya yang beriman, bertakwa, rajin beribadah, berbuat baik dan selalu mentaati dan mengikuti syariat Rasulullah SAW.Lantas, bagaimana sih gambaran kehidupan surga itu yang sudah dijanjikanNya? Secara umum, hidup di surga penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan.

Tidak ada orang yang mempunyai buruk rupa, tidak ada orang tua, wajah semua penduduknya memancarkan cahaya kebahagiaan.
Di dalam surga tidak akan mengalami kedinginan atau juga kepanasan. Selain itu, kelak di surga selalu sejuk dan segar dikelilingi sumber mata air yang mengalir begitu indahnya.

Berikut video yang dicuplik dari Khazanah Trans 7 mengenai kehidupan surga. Barangkali tertarik untuk menonton.

Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan gambaran kehidupan surga menurut Al Quran, Hadits, dan para Ulama.

1 Kehidupan di Surga Aman dan Abadi

kekal dan abadi di surga
safehavenofracine.org
Dalam surat Ad-Dukhan ayat 51-57 dijelaskan orang yang bertakwa akan dimasukkan ke dalam surga. Di dalam surga mereka tidak akan pernah merasakan mati.

Selanjutnya Allah memberikan karunia kepada mereka sehingga bisa terhindar dari siksa api neraka. Dan apa yang mereka dapatkan itu merupakan sebuah keberuntungan yang besar.

2 Kehidupan di Surga Penuh dengan Kedamaian

damai tenang di surga
hellohcg.blogspot.com
Dalam surat Al-Hijr ayat 45-48 dijelaskan sesungguhnya orang yang bertakwa akan dimasukkan ke dalam surga dengan rasa aman dan sejahtera

Kemudian Allah akan menghilangkan segala rasa dendam yang ada pada hati penduduknya, semua penduduk surga adalah bersaudara, mereka tidak akan merasa lelah dan tidak akan dikeluarkan darinya.

3 Penduduk Surga Hidup dengan Segala Keindahan, Kemewahan dan Segala Perhiasan

matthias-haker.deviantart.com
matthias-haker.deviantart.com
Dalam surat Al-Kahfi ayat 30-31 dijelaskan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amal baik. Mereka itu akan mendapatkan surga Adn.

Dimana di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Selain itu mereka juga akan diberi perhiasan gelang emas dan mereka akan memakai pakaian hijau yang terbuat dari sutera halus dan tebal.Mereka juga akan duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang begitu indah.

4 Memperoleh Rezeki yang Tidak Ada Habisnya

rizki yang tak habis di surga
500px.com
Dalam surat Shaf ayat 49-54 dijelaskan bawaj orang-orang yang bertakwa akan memperoleh kehormatan dan tempat kembali yang baik yakni surganya.

Di dalamnya mereka akan mendapatkan buah-buahan yang banyak serta mereka akan bertelekan di atas dipan-dipan. Sungguh rezeki yang tidak akan ada habisnya.

5 Selalu Diliputi Kemudahan, Tidak Pernah Ada Kesulitan

surga selalu berikan kemudahan
500px.com
Ada sebuah mata air surga yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan orang-orang yang berbuat baik akan diberi air dingin dan hangat yang aromanya wangi.selain itu, ketika ingin memetik buah-buah yang ada di Surga, maka buah-buahan tersebut akan mendekat kepada para penghuni surga dan ia bebas untuk memilihnya.

Begitupun ketika mereka ingin mendapatkan makan atau minum, maka akan dihidangkan kepada mereka makanan dan minuman enak dan lezat yang mengundang selera.Di dalam surga, para penghuninya tidak akan mendapatkan kesusahan sedikitpun. Apa yang diinginkan akan dengan begitu mudah untuk didapatkan.

6 Selalu Dalam Keadaan Bersih, Sehat, Tampan dan Wangi

youtube.com
youtube.com
Kondisi para penghuni surga begitu mulus, tampan dan bercahaya. Mereka akan selalu muda dan pakaiannya tidak pernah lusuh.Selanjutnya, mereka juga tidak akan sakit, meludah, beringus, buang air kecil dan buang air besar. Mereka kekal di dalam surga selalu dalam keadaan bersih, sehat, tampan dan wangi.

Rasulullah SAW bersabda;
Seruan di Surga Di surga akan ada seorang penyeru yang berkata Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat walafiat dan tidak menderita sakit selama-lamanya.
Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama-lamanya. Sekarang tibalah saat kalian tetap muda dan tidak tua selama lamanya.sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak sengsara selam lamanya. (HR. Muslim)
Sebagai penutup, barangkali kamu juga tertarik untuk mendapatkan gambaran siksa di neraka Jahannam, silahkan dibaca.

7 Makanan dan Minuman di Surga

makanan dan minuman di surga
pexels.com
Imam Ahmad berkata, telah menceritakan kepada kami Miskin bin Abdul Aziz dari ‘Asy’asy Adh-Dharir dari Sahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya penghuni Surga yang paling rendah adalah orang yang memiliki tujuh tingkatan dan tiga ratus pelayan yang mendatanginya setiap pagi dan sore dengan membawa tiga ratus piring yang terbuat dari emas dengan berisi makanan. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya. Mereka membawa pula tiga ratus bejana yang memiliki warna yang berbeda-beda. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya.”

“Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim. (Yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.” (Qs.Al Muthoffiffin: 27-28)

8 Pakaian dan Perhiasan

pakaian dan perhiasan di surga
colourmeasure.com
“Mereka memaikai pakaian sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat  dari perak, dan Tuhan  memberikan kepada mereka minuman yang bersih.” (Qs. Al-Insaan: 21)

Diriwwayatkan oleh Harmalah dari Ibnu Wahb dari Umar, bahwasanya Darraj (Abu Sammah)  menceritakan kepadanya dari Abu Haitsam dari Abu Sa’id Al Khudri dari Rasulullah,
Sesungguhnya seseorang di Surga akan bertelekan selama tujuh puluh tahun sebelum ia bergerak. Lalu istrinya  datang kepadanya dan menepuk bahunya, iapun memandangi istrinya dan tampak olehnya mukanya di dahi istrinya lebih jelas daripada cermin.
Dan sesungguhnya mutiara yang paling kecil yang dipakai istrinya dapat menerangi apa yang ada di antara timur dan barat. Lalu istrinya menyalaminya dan ia pun menjawab salam  salam itu seraya bertanya, “Siapakah anda?” Istrinya menjawab: “Akulah tambahan.”

Dan sesungguhnya  istrinya itu memakai tujuhpuluh pakaian, dan pakaian yang paling rendah sama seperti kaca , pandanagannya menembus hingga ia dapat melihat sum-sum istrinya itu dari balik pakaiannya. Dia memakai pula mahkota. Dan mutiara yang paling kecil pada mahkota itu dapat menerangi apa yang ada diantara timur dan barat.
9 Penghuni Surga Memandangi Wajah Allah

penghuni surga berhak memandang wajah Allah
onthreelegs.com
Muhammad bin Yazid bin Majah berkata di dalam kitabnya ‘kitab sunnah” : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Syawarib dari Abu Hashim Al Ibadani dari Al Fadhl Ar-Ruqasyi dari Ibnu  Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah ra. Bahwasanya Rasulullah bersabda,
Disaat penghuni Surga   asyik merasakan kenikmatan yang mereka dapatkan, tiba-tiba muncul cahaya, mereka mengangkat muka-muka mereka, ternyata Allah SWT telah menampakkan wajah-Nya dengan Rahmat-Nya dari arah atas mereka. Allah SWT berfirman, “Salam atas kamu wahai penghuni Surga.”

Lalu beliau bersabda, “Yang demikian itulah makna firman Allah SWT, “(Kepada mereka dikatakan ) salam, sebagai ucapan salam dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S Yaasiin: 58).”
Penghuni surga juga tidak tidur karena tidak ada kelelahan di dalam Surga.

10 Terdapat Kuda yang Indah di Surga

hewan kuda di dalam surga
wallpapers55.com
Imam Tirmidzi berkata : telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman dari Ashim bin  Ali Mas’udi dari Uqbah bin Al Qamah bin Khadiij dari Sulaiman bin Abu Buraidah dari bapaknya bahwasanya Rasulullah, apakah di Surga ada kuda? 

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya jika engkau dimasukkan ke Surga olehAllah, maka setiap kali engkau ingin menggunakan kuda maka engkau akan menggunakan kuda dari yakut yang merah yang akan menerbangkanmu ke mana engkau sukai.” 

Laki-laki itu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah orang yang sangat menyenangi kuda, maka apakah di Surga ada kuda?” Rasulullah bersabda: “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya di dalam surga ada kuda dan onta tanpa pemilik, berjalan di sela-sela daun di Surga, penghuni surga mempergunakannya untuk saling mengunjungi ke mana saja mereka kehendaki.”

Wallahu Alam
[ Read More ]

Macam Macam Azab Penghuni Neraka Jahanam

Posted by Marz
- -
0 komentar

Berikut ini adalah macam macam siksaan penghuni neraka jahanam


1. Azab bagi Orang Kafir


Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam bersabda:

"Sesungguhnya, tebal kulit seorang kafir (di neraka) ialah 42 hasta ukuran orang kuat yang besar. Giginya sebesar gunung Uhud, dan sungguh tempat duduknya dia di Jahannam seluas Makkah dan Madinah. "(HR. At-Tirmidzi dan al-Hakim. Lihat Shahihul Jami 'no. 2110)

Namun, kerana dahsyatnya neraka, kulit tersebut matang apabila terbakar. Allah Subhanallahu wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "(An-Nisa: 56)


2. Orang yang paling dahsyat siksanya


Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata:

"Orang yang paling dahsyat siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar (makhluk bernyawa)." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1559)

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu juga, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Sesungguhnya orang yang paling dahsyat siksanya pada hari kiamat adalah seseorang yang membunuh nabi atau dibunuh oleh nabi, dan seseorang yang membuat berhala." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1011)

Dari Khalid bin Walid Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Manusia yang paling dahsyat siksanya adalah orang yang paling bengis ketika menyiksa manusia di dunia." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1009)


3. Azab bagi orang yang berbuka di bulan Ramadhan sebelum waktunya


Dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang digantung dalam keadaan kaki di atas dan mulut mereka robek-robek. Darah mengalir dari mulut mereka. Aku berkata, 'Mereka adalah orang yang berbuka di bulan puasa sebelum dihalalkan berbuka'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)


4. Azab bagi penzina


Masih hadits dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, bau tubuhnya sangat busuk, paling buruk dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan). Aku tanyakan, 'Siapakah mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah penzina laki-laki dan perempuan'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)


5. Azab bagi wanita yang tidak mahu menyusui anaknya


Pada lanjutan hadits Abu Umamah al-Bahili ra di atas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya berangkat membawa, ternyata ada wanita-wanita yang puting susu mereka digigit ular. Aku bertanya, 'Siapa mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah wanita yang tidak mahu memberikan air susu mereka kepada anak-anak mereka'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy -Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam mengkhabarkan bahawa jika ular di neraka menyengat satu gigitan, akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. Demikian juga kala jengking di neraka, apabila menggigit satu gigitan akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. (HR. Al-Baihaqi, lihat ash-Shahihah no. 3429)


6. Azab bagi peminum arak (minuman keras)


Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahawa Nabi shallallahu' alaihi wassalam bersabda,

"Ada tiga macam manusia yang tidak masuk syurga, peminum arak, pemutus silaturahim, dan orang yang mempercayai sihir. Barangsiapa mati sebagai peminum arak, maka Allah memberinya minum dari sungai Ghuthah. Seseorang bertanya, 'Apa itu sungai Ghuthah?' Rasul menjawab, 'Sungai yang mengalir dari kemaluan para pelacur. Para penghuni neraka lain merasa terganggu oleh bau kemaluan mereka '. "(HR. Ahmad dalam Musnadnya 4/399)


7. Azab bagi pemilik harta yang tidak menunaikan zakatnya


Dalam Shahih Al-Bukhari terdapat riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sabda Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam,

"Tidak seorang pun pemilik harta yang tidak menunaikan zakatnya, melainkan hartanya kelak akan diperlihatkan di hadapannya dalam wujud seekor ular botak. Ular itu mempunyai dua titik hitam di atas matanya. Dia mematuk pangkal dagu orang itu seraya ia berkata, "Akulah hartamu, akulah simpananmu." (HR. Al-Bukhari dalam shahihnya 6/39 cet. Asy-Sya'b)

Dalam riwayat lain diceritakan, "Orang itu lari menghindarinya, tapi ular itu mengejarnya. Lalu dia berlindung darinya, tapi ular itu mematuk tangannya dan melilitnya. "


8. Azab bagi orang yang ucapannya tidak sesuai dengan perbuatannya


Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Akan didatangkan seseorang kemudian dia dicampakkan ke neraka. Maka dia di sana berputar seperti berputarnya keldai di tempat penggilingannya, hingga para penduduk neraka berkumpul mengelilinginya. Mereka berkata kepadanya: "Wahai fulan, bukankah engkau dulu di dunia yang menyuruh kami kepada yang baik dan melarang kami dari yang mungkar?" Usamah berkata, dia menjawab: "Aku dulu menyuruh kamu kepada yang baik (tapi) aku tidak melakukannya. Dan aku melarang kamu dari yang buruk, (tapi) aku melakukannya. "(Shahihul Jami ')

Dari Anas bin Malik bahawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Pada malam Isra 'aku dibawa kepada beberapa kaum yang lidah mereka dipotong dengan gunting api. Setiap kali selesai dipotong, lidah itu kembali lagi. Aku berkata: "Siapa mereka itu, wahai Jibril?" Jibril berkata: "Mereka adalah para penceramah dari kalangan umatmu yang mereka mengucapkan apa yang tidak mereka lakukan dan mereka membaca Kitabullah, tapi tidak mengamalkannya." (Shahihul Jami ': 128)


9. Azab bagi orang yang mati bunuh diri


Diriwayatkan oleh Bukhari (5778) dan Muslim (158) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu' alaihi wasallam:

"Sesiapa yang bunuh diri dengan besi di tangannya, dia (akan) menikam perutnya di dalam neraka jahannam yang kekal (nantinya), (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan sesiapa yang meminum racun lalu bunuh diri dengannya, maka dia (akan) meminumnya perlahan-lahan di dalam neraka jahannam yang kekal, (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, dia akan jatuh ke dalam neraka jahannam yang kekal (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. "

Diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Muslim dari Tsabit bin Dhahhak radhyiallahu 'anhu, bahawa Rasulullah shallallahu' alaihi wasallam bersabda:

"Sesiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, maka dia diseksa dengan (alat tersebut) pada hari kiamat."


10. Penduduk neraka yang paling ringan azabnya


Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang dipakaikan kepadanya dua kasut dari api neraka, lantas mendidih otaknya kerananya." (HR. Ahmad dan al-Hakim, lihat ash -Shahihah no. 1680)

Demikianlah pembaca, azab bagi beberapa penghuni neraka. Dan penyebutan macam-macam azab di atas bukanlah bersifat menyekat, kerana seperti kita ketahui dalam hadis Isra 'Mi'raj yang panjang, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam diperlihatkan beberapa orang yang tengah diseksa di neraka.

Beliau melihat orang-orang yang mengambil harta anak yatim secara sewenang-wenang, yang mempunyai bibir seperti bibir unta. Mereka mengambil sepotong api neraka langsung dengan bibirnya itu, lalu api itu keluar lagi dari duburnya. Beliau melihat orang-orang yang suka mengambil riba. Mereka mempunyai perut yang besar, sehingga tidak berganjak dari tempatnya kerana perutnya yang membesar itu. Para pengikut Firaun melewati mereka tatkala digiring ke neraka, lalu mereka melemparkan orang-orang yang mengambil riba ini ke neraka.

Beliau melihat para penzina yang membawa daging berminyak yang baik di tangan dan di sebelahnya ada daging jelek dan busuk. Mereka mengambil daging yang busuk itu dan membiarkan daging yang baik. Beliau juga melihat para wanita yang suka memasuki tempat tinggal kaum laki-laki yang bukan anak-anaknya. Beliau melihat para wanita itu bergelayutan pada payudaranya. Na'udzubillahi min dzalik ..
[ Read More ]

Kisah Islam : Khutbah Iblis Kepada Penghuni Neraka

Posted by Marz
- -
0 komentar


Ini adalah kisah tentang iblis yang berkhutbah kepada penghuni neraka disaat semua penghuni neraka berkumpul dan iblis menyampaikan sesuatu diatas mimbar dari api.

Dalam sebuah hadist diterangkan bahwa apabila penghuni neraka sudah sampai di neraka, maka di situ disediakan sebuah mimbar dari api, dipakaikan pakaian dari api, bermahkota dari api dan diikat iblis laknatullah itu dengan tali dari api. Kemudian dikatakan kepada iblis laknatullah: "Wahai iblis, naiklah kamu ke atas mimbar dan bersyarahlah kamu kepada penghuni neraka."

Setelah iblis laknatullah menerima arahan maka dia pun naik ke atas mimbar dan berkata: "Wahai para penghuni neraka." Semua orang yang berada dalam neraka mendengar akan ucapannya dan memandang mereka kepada ketua mereka iaitu iblis laknatullah .Kata iblis laknatullah : "Wahai orang-orang yang kafir dan orang-orang munafiq, sesungguhnya Allah SWT telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar bahawa kamu semua itu mati dan akan dihalau dan akan dihisab dan akan menjadi dua kumpulan. Satu kumpulan ke syurga dan satu kumpulan ke neraka Sa'iir."

Berkata iblis laknatullah lagi: "Kamu semua menyangka bahawa kamu semua tidak akan meninggalkan dunia bahkan kamu semua menyangka akan tetap berada di dunia. Tidaklah ada bagiku kekuasaan di atasmu melainkan aku hanya mengganggu kamu semua. akhirnya kamu semua mengikuti aku, maka dosanya adalah untuk kamu. Oleh itu janganlah kamu mengumpat aku, mencaci aku, sebaliknya umpatlah dari kamu sendiri, kerana sesungguhnya kamu sendirilah yang lebih berhak mengumpat daripada aku yang mengumpat."

Berkata iblis laknatullah lagi: "Mengapakah kamu tidak mahu menyembah Allah sedangkan dia Allah yang menciptakan segala sesuatu?" Akhirnya iblis laknatullah berkata: "Hari ini aku tidak dapat menyelamatkan kamu semua dari seksa Allah, dan kamu juga tidak akan dapat menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari aku telah terlepas dari apa yang telah aku katakan kepada kamu, sesungguhnya aku diusir dan ditolak dari keharibaan Tuhan seru sekalian Alam."

Setelah mereka (ahli neraka) mendengar kata-kata iblis laknatullah itu maka mereka melaknati iblis itu. Setelah itu iblis laknatullah dipukul oleh Malaikat Zabaniah dengan tombak dari api dan jatuhlah dia ke tempat yang paling bawah, dia kekal selama-lamanya bersama-sama dengan orang-orang yang menjadi pengikutnya dalam neraka.
Malaikat Zabaniah berkata: "Tidak ada kematian bagi kamu semua dan tidak ada pula bagimu kesenangan, kamu kekal di dalam buat selama-lamanya."

Wallahu'alam.
[ Read More ]

Prestasi Kepemimpinan Nabi Muhammad Saw

Posted by Marz
- -
0 komentar

Oleh: Dr. Adian Husaini (Ketua Program Doktor Pendidikan Islam-Universitas Ibn Khaldun Bogor)

Pada tahun 1973, cendekiawan Muslim,  H. Zainal Abidin Ahmad (ZAA), menerbitkan bukunya yang berjudul Piagam Nabi Muhammad S.A.W.: Konstitusi Negara Tertulis Pertama di Dunia (Jakarta: Bulan Bintang, 1973).  Dalam bukunya, ZAA banyak mengutip pendapat Prof. Hamidullah, seorang pakar manuskrip kuno. (Lihat juga, Muhammad Hamidullah, The Prophet's Establishing a State and His Succession, (Pakistan Hijra Council, 1988).

Melalui riset yang sangat serius mulai tahun 1961 sampai tahun 1973, ZAA akhirnya berhasil menyajikan sebuah buku yang memuat Piagam Madinah dalam berbagai versi bahasa. Istilah Konsitusi Madinah diberikan oleh seorang orientalis, W. Montgomery Watt.  Muhammad Zafrullah Khan, mantan Menlu Pakistan, dan wakil Ketua Mahkamah Internasional, memberikan nama negara Madinah sebagai "Republik Madinah". Buku ZAA ini memaparkan, bahwa Piagam Madinah sejatinya merupakan kontitusi negara tertulis pertama di dunia, mendahului Magna Charta di Inggris selama enam abad; dan mendahului Konstitusi Amerika Serikat dan Perancis selama 12 abad.

Konstitusi Madinah diawali dengan ungkapan: "Bismillahirrahmanirrahiim. Haadzaa kitaabun min Muhammadin Nabiy Shallallaahu 'alaihi wa sallam, bainal mu'miniina wal-muslimiina min quraisyin wa-yatsriba wa man tabi'ahum falahiqa bihim wa jaahada ma'ahum." (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Inilah Piagam tertulis dari Nabi Muhammad saw kepada orang-orang mukmin dan muslim, baik yang berasal dari suku Quraisy maupun suku Yatsrib, dan kepada segenap warga yang ikut bersama mereka, yang telah membentuk kepentingan bersama dengan mereka dan telah berjuang bersama mereka).

Piagam Madinah ditetapkan tahun 622 M (1 Hijriah). Ketika itu, belum ada satu negara pun yang memiliki peraturan bagaimana cara mengatur hubungan antara umat beragama. Piagam Madinah, dalam beberapa pasalnya, sudah jelas mengatur hubungan tersebut.  Misalnya (terjemah oleh ZAA): Pasal 16: "Bahwa sesungguhnya kaum-bangsa Yahudi yang setia kepada (negara) kita, berhak mendapat bantuan dan perlindungan, tidak boleh dikurangi haknya dan tidak boleh diasingkan dari pergaulan umum."  Pasal 24: "Warga negara (dari golongan) Yahudi memikul beaya bersama-sama dengan kaum beriman, selama negara dalam peperangan." Pasal 25: (1) Kaum Yahudi dari suku Banu 'Awf adalah satu bangsa-negara (ummah) dengan warga yang beriman. (2) kaum Yahudi bebas memeluk agama mereka, sebagai kaum Muslimin bebas memeluk agama mereka. (3) Kebebasan ini berlaku juga terhadap pengikut-pengikut/sekutu-sekutu mereka, dan diri mereka sendiri. (4) Kecuali kalau ada yang mengacau dan berbuat kejahatan, yang menimpa diri orang yang bersangkutan dan keluarganya.

Sampai dengan wafatnya, Nabi Muhammad saw telah melakukan interaksi intensif dengan seluruh kelompok agama (paganis, Yahudi, Nasrani), budaya-budaya dominan, dan kekuatan-kekuatan politik terbesar ketika itu (Persia dan Romawi). Ayat-ayat Al Quran yang berbicara tentang kaum Yahudi, Nasrani, Persia, Romawi, menggambarkan bagaimana kaum Muslim telah digembleng dan diberi pedoman yang snagat gamblang dalam menyikapi budaya dan agama di luar Islam.

Bahkan, al-Quran juga tidak melarang kaum Muslim untuk berbuat baik terhadap kaum agama lain. Sejak awal, umat Islam sudah diajarkan untuk menerima kesadaran akan keberagaman dalam agama (pluralitas). Misalnya, dalam surat Al Mumtahanah ayat 8 disebutkan, "Allah tidak mencegahmu berbuat baik kepada mereka yang tidak memerangimu dan tidak mengusirmu dari kampung halamanmu." Bahkan, Nabi Muhammad saw berpesan, "Barangsiapa menyakiti seorang dzimmi, maka sungguh ia menyakitiku, dan barangsiapa menyakitiku, berarti ia menyakiti Allah." (HR Thabrani).

 

Umar Melanjutkan

Prestasi Rasulullah saw dalam membangun peradaban yang unggul di Madinah dalam soal membangun toleransi beragama kemudian diikuti oleh Umar bin Khattab yang pada tahun 636 M menandatangani Perjanjian Aelia dengan kaum Kristen di Jerusalem. Sebagai pihak yang menang Perang, Umar bin Khathab tidak menerapkan politik pembantaian terhadap pihak Kristen. Karen Armstrong memuji sikap Umar bin Khatab dan ketinggian sikap Islam dalam menaklukkan Jerusalem, yang belum pernah dilakukan para penguasa mana pun sebelumnya. Karen Armstrong mencatat: "Umar juga mengekspresikan sikap ideal kasih sayang dari penganut (agama) monoteistik, dibandingkan dengan semua penakluk Jerusalem lainnya, dengan kemungkinan perkecualian pada Raja Daud.  Ia memimpin satu penaklukan yang sangat damai dan tanpa tetesan darah, yang Kota itu belum pernah menyaksikannya sepanjang sejarahnya yang panjang dan sering tragis. Saat ketika kaum Kristen menyerah, tidak ada pembunuhan di sana, tidak ada penghancuran properti, tidak ada pembakaran symbol-simbol agama lain, tidak ada pengusiran atyau pengambialihan, dan tidak ada usaha untuk memaksa penduduk Jerusalem memeluk Islam. (Lihat, Karen Arsmtrong, A History of Jerusalem: One City, Three Faiths, (London: Harper Collins Publishers, 1997), hal. 228.)

Toleransi Islam terhadap kaum Yahudi dan agama lain sebenarnya tercatat dengan tinta emas dalam sejarah. Setelah diusir dari Spanyol, kaum Yahudi ditampung dan dilindungi di wilayah Turki Utsmani. Sebagai contoh, di Jerusalem, di masa pemerintahan Sultan Sulaiman Agung (Suleiman the Magnificent — 1520-1566), Yahudi hidup berdampingan dengan kaum Muslim. Sejumlah pengunjung Yahudi dari Eropa sangat tercengang dengan kebebasan yang dinikmati kaum Yahudi di Palestina. Pada tahun 1535, David dei Rossi, seorang Yahudi Italia, mencatat bahwa di wilayah Uthmani, kaum Yahudi bahkan memegang posisi-posisi di pemerintahan, sesuatu yang mustahil terjadi di Eropa. Ia mencatat: "Here we are not in exile, as in our own country." (Kami di sini bukanlah hidup di buangan, tetapi layaknya di negeri kami sendiri). (Karen Armstrong, A History of Jerusalem, hal. 325-326.)

Karen Armstrong juga menggambarkan harmonisnya hubungan antara Muslim dengan Yahudi di Spanyol dan Palestina. Menurut Armstrong, di bawah Islam, kaum Yahudi menikmati zaman keemasan di al-Andalus. Musnahnya Yahudi Spanyol telah menimbulkan penyesalan seluruh dunia dan dipandang sebagai bencana terbesar yang menimpa Israel sejak kehancuran (Solomon) Temple. Abad ke-15 juga telah menyaksikan meningkatnya perskeusi anti-Semitik di Eropa, dimana kaum Yahudi dideportasi dari berbagai kota. (Karen Armstrong, A History of Jerusalem,hal. 326-327.)

            Begitu besar jasa Islam terhadap Barat, sampai-sampai Tim Wallace-Murphy dalam bukunya, What Islam Did for Us, mencatat:  "Kita di Barat menanggung hutang kepada dunia Islam yang tidak akan pernah lunas terbayarkan." (We in the West owe a debt to the Muslim world that can be never fully repaid). 

[ Read More ]

Ulasan Caknun Tentang Keberadaan Dajjal

Posted by Marz
- -
0 komentar






MH Ainun Najib atau caknun pemang terkenal sastra islamnya yang kental kejawen. Pembahasan tentang Dajjal yang diangkat Cak Nun pada pertemuan Padhang mBulan 4 Juli 2012, berehubungan dengan riset plus umroh ke tanah suci yang dilaksanakan Cak Nun bersama anak dan istrinya bertepatan hari ulang tahun Cak Nun, yakni 27 Mei. Sebagaimana ulang tahun sebelumnya (sekitar 27 Mei 2011), Cak Nun juga melakukan umroh yang sama (saat Wedus Gembel Merapi mengamuk dan menewaskan Mbah Maridjan).

Dari pengamatan umroh inilah tema Dajjal dilontarkan sebagai refleksi tafsir Cak Fuad yang membahas mengenai Pindah Kiblat, yakni uraian Cak Fuad mengenai pemindahan kiblat zaman Rasululloh dari masjid Al Aqsho ke Ka’bah pada suatu sore. Kunci uraian Cak Fuad justru ditegaskan dalam pertemuan Padhang Mbulan berikutnya, yakni 4 Juni 2012, bahwa menghadap ke barat atau ke timur baru bermakna jika diperintahkan Alloh. Artinya, sebelum diperintahkan menghadap Ka’bah, kiblat sholat pun belum bermakna.

Adapun penafsiran mengenai minger kiblat adalah sebagai ujian iman, apakah pengikut Nabi Muhammad tetap loyal? Atau justru berpaling lantaran meragukan kebenaran ajaran Islam sebagai agama serius? Sebab kok pindah kiblat. Instruksi Rasululloh untuk pindah kiblat dimaksudkan sebagai metode filterisasi atas keimanan pengikut yang semu atau yang sungguh. Salah satu jawaban yang dijelaskan Cak Nun, bahwa gambar masjid Aqsho yang tersebar di berbagai media (termasuk memadati situs internet) hanyalah gambar bangunan tiruan. Dengan harapan jika suatu saat masjid Al Aqsho dihancurkan Yahudi, umat Islam dapat dikelabuhi dengan bangunan palsu. Secara khusus Cak Nun menyebut perangkat sosial yang harus dipindahkiblati adalah: ideoligi, kebudayaan, pendidikan, alat komunikasi, politik dll. Sedang Toto Raharjo memaknai pindah kiblat ke arah inkulturisasi Islam dengan kebudayaan setempat. Memilah substandi dasar antara Islam dan Arab dengan mengajukan hasil dari produk kebudayaan yang tdak sesuai dengan keyakinan.

Tafsir Cak Nun tentang Dajjal dalam pertemuan 4 Juli tersebut merupakan transformasi dari penafsiran yang sama ketika awal pengajian Padhang mBulan dilaksanakan. Saya ingat, dahulu Cak Nun menafsirkan bahwa Dajjal adalah indikator kekuasaan blok Barat yang dipimpin Amerika dan blok timur yang tergabung dalam Uni Sovyet. Dajjal waktu itu digambarkan sosok perkasa, berkekuatan besar, menguasai seluruh sistem kebudayaan bumi, jangkauan langkahnya luas (bahkan dalam satu langkah kaki Dajjal mampu mengangkangi kutub utara dan selatan). Sosok itu mirip dua kekuatan negara blok Barat dan Timur. Hingga akhirnya ke dua blok raksasa dunia itu pecah, Uni Sovyet bersama negara bagian yang menyangga kekuatan sosialis-komunis bernasib terkeping-keping sampai remukan terkecil yang disebut bekas Yugoslavia. Begitu juga Blok Amerika dan Uni Eropa yang tidak lama menjadi penguasa tunggal kekuatan dunia akhirnya terserang virus ‘krisis financial globah’yang semakin kronis meradang kelumpuhan kekuatannya.

Ulasana Cak Nun mengenai Dajjal tetap memasuki proporsi pengembangan cara pandang dari ulama sebelumnya. Hadist yang menjelaskan bahwa Dajjal dibukukan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam dua tempat yakni hal 3340 dalam Kitabul Manaqib dan hal 6588 dalam Kitab Al-Fitan dan Muslim rahimahullahu dalam dua tempat hal 8 dalam Muqaddimah dan hal 5205 dalam Kitab Al-Fitan Wa Asyrathis Sa’ah dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut, yang seruan mereka adalah satu. Dan hingga dibangkitkannya para Dajjal lagi pendusta hampir 30 orang, semuanya mengaku bahwa dirinya Rasulullah, dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa, zaman berdekatan, fitnah menjadi muncul, banyak terjadi pembunuhan, berlimpah ruahnya harta di tengah kalian sehingga para pemilik harta bingung terhadap orang yang akan menerima shadaqahnya. Sampai dia berusaha menawarkannya kepada seseorang namun orang tersebut berkata: ‘Saya tidak membutuhkannya’; orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Ketika seseorang lewat pada sebuah kuburan dia berkata: ‘Aduhai jika saya berada di sana’; terbitnya matahari dari sebelah barat dan apabila terbit dari sebelah barat di saat orang-orang melihatnya, mereka beriman seluruhnya (maka itulah waktu yang tidak bermanfaat keimanan bagi setiap orang yang sebelumnya dia tidak beriman atau dia tidak berbuat kebaikan dengan keimanannya).”

Begitu juga hadist yang yang menyatakan Dajjal sebagai tanda menjelang kiamat kubro. Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu (no. 5228) dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkisah tentang Dajjal pada pagi hari dan beliau mengangkat dan merendahkan suaranya seakan-akan kami menyangka dia (Dajjal) berada di sebagian pohon korma. Lalu kami berpaling dari sisi Rasulullah. Kemudian kami kembali kepada beliau dan beliau mengetahui hal ini, lalu beliau berkata: ‘Ada apa dengan kalian?’ Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, engkau bercerita tentang Dajjal pada pagi hari dan engkau mengangkat serta merendahkan suara, sehingga kami menyangka bahwa dia berada di antara pepohonan korma.’ Rasulullah lantas bersabda: ‘Bukan Dajjal yang aku khawatirkan atas kalian. Dan jika dia keluar dan aku berada di tengah kalian maka akulah yang akan menyelesaikan urusannya. Dan jika dia keluar dan aku tidak berada di tengah kalian, maka setiap orang menyelesaikan urusannya masing-masing’.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah rahimahullahu dalam Kitabul Fitan (no. 4045) dari Hudzaifah bin Usaid Abu Suraihah radhiyallahu ‘anhu: “Kami sedang duduk-duduk berbincang di bayang-bayang salah satu kamar Rasulullah. Kami berbincang tentang hari kiamat, dan suara kami pun menjadi meninggi. Lalu beliau bersabda: ‘Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul sepuluh tanda; yaitu terbitnya matahari dari sebelah barat, munculnya Dajjal, munculnya asap, keluarnya binatang, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, turunnya Isa putra Maryam, dan tiga khusuf (terbenam ke dalam bumi), satu di timur, satu di barat dan satu di Jazirah Arab, dan api yang keluar dari arah Yaman dari dataran terendah ‘Adn yang menggiring manusia ke tempat mahsyar’.”

Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu (no. 6484) dan Al-Imam Muslim rahimahullahu (no. 246) dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan pada suatu hari di tengah keramaian tentang Al-Masih Ad-Dajjal. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah, dan ketahuilah Al-Masih Ad-Dajjal adalah buta mata sebelah kanannya, seperti buah anggur yang menonjol.” Ibnu ‘Umar berkata: “Rasulullah bersabda: ‘Diperlihatkan dalam mimpiku pada suatu malam ketika aku berada di Ka’bah, kemunculan secara tiba-tiba seseorang dari Bani Adam yang terlihat sangat bagus, berkulit sawo matang dari Bani Adam, rambutnya tersisir di antara kedua pundaknya, dalam keadaan meletakkan kedua tangannya di atas dua pundak dua lelaki dan dia melaksanakan thawaf di antara keduanya aku berkata: ‘Siapa ini?’ Mereka berkata: ‘Al-Masih bin Maryam.’ Dan aku melihat di belakangnya ada seseorang yang sangat keriting rambutnya dan buta matanya sebelah kanan dan serupa dengan Ibnu Qathan. Dia meletakkan tangannya di atas pundak dua laki-laki dan thawaf di Ka’bah. Lalu aku berkata: ‘Siapa ini?’ Mereka menjawab: ‘Ini adalah Al-Masih Ad-Dajjal’.”

Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu (no. 2934) dari shahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya aku mengetahui apa yang menyertai Dajjal. Yaitu, bersamanya ada dua sungai yang mengalir. Dengan penglihatan mata, salah satunya adalah air yang putih dan yang lain api yang berkobar. Maka barangsiapa menjumpai yang demikian hendaklah dia mendatangi sungai yang dia lihat sebagai api dan pejamkan matanya kemudian tundukkan kepalanya dan minumlah darinya, karena sesungguhnya itu adalah air yang dingin. Sesungguhnya Dajjal buta dan pada matanya ada daging tumbuh yang tebal serta tertulis di antara dua matanya kafir, yang akan dibaca oleh setiap orang yang beriman baik yang bisa menulis atau tidak.”

Diriwayat Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Shahih beliau (no. 2937) dari sahabat An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu:
Kami berkata: “Ya Rasulullah, berapa lama masa tinggalnya di atas dunia?” Beliau bersabda: “40 hari. Satu hari bagaikan satu tahun, satu hari bagaikan satu bulan, dan satu hari bagaikan satu minggu dan selain itu harinya sama dengan hari biasa.” Kami mengatakan: “Ya Rasulullah, bagaimana kalau satu hari bagaikan satu tahun, apakah cukup bagi kita untuk melaksanakan shalat satu hari?” Rasulullah bersabda: “Tidak, tetapi ukurlah kadarnya.” Kami berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana tentang kecepatannya di muka bumi?” Beliau bersabda: “Bagaikan hujan yang ditiup oleh angin lalu dia mendatangi kaum dan menyerukan mereka sehingga mereka beriman kepadanya dan menerima seruannya. Dia juga memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan kemudian hujan turun; dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman maka kemudian tumbuh.”

Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari sahabat Abu Sai’d Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu (no. 2938) berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal pada suatu hari. Di antara apa yang beliau sampaikan adalah: “Dajjal datang dan dia diharamkan untuk masuk ke kota Madinah, maka dia berakhir di daerah yang tanahnya bergaram yang berada di sekitar Madinah. Maka keluarlah kepadanya seorang yang paling baik dan dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh Rasulullah.’ Lalu Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Bagaimana jika aku membunuh orang ini kemudian menghidupkannya, apakah kalian masih tetap ragu tentang urusanku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Dia pun membunuhnya kemudian menghidupkannya. Orang yang baik itu berkata setelah dihidupkan: ‘Demi Allah, aku semakin yakin tentang dirimu.’ Rasulullah berkata: ‘Lalu Dajjal ingin membunuhnya lagi namun dia tidak sanggup melakukannya’.”

Pandangan Ulama Tentang Dajjal

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata: “Hadits-hadits ini yang disebutkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dan selain beliau tentang kisah Dajjal adalah hujjah bagi ahlul haq tentang kebenarannya. Dia adalah manusia biasa yang dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemampuan kepadanya berupa hal-hal yang merupakan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, seperti menghidupkan mayat yang dibunuhnya, serta bersamanya ada segala kenikmatan dunia, surga dan neraka, perbendaharaan dunia, dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu terjadi dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan lalu terlaksana. Semuanya terjadi dengan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kehendak-Nya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepadanya ketidaksanggupan untuk membunuh orang tersebut (setelah dia menghidupkannya) dan selain orang tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga membatilkan urusannya lalu dia dibunuh oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengokohkan orang-orang yang beriman. Inilah madzhab Ahlus Sunnah dan seluruh ahli hadits serta para fuqaha dan para peneliti. Berbeda dengan orang-orang yang mengingkarinya dan menolak perkaranya, seperti Khawarij, Jahmiyyah, sebagian Mu’tazilah serta selain mereka, yaitu bahwa Dajjal itu benar adanya, namun kejadian-kejadian luar biasa pada diri Dajjal adalah khayalan yang tidak memiliki hakikat. Mereka mengira, jika hal itu benar niscaya tidak ada perbedaan dengan mukjizat yang terjadi pada diri nabi. Cara berfikir seperti ini termasuk kesalahan mereka seluruhnya, karena Dajjal tidak mengaku sebagai nabi dan apa yang terjadi pada dirinya hanya sebatas sebagai bukti bahwa dia Dajjal. Dia justru mengaku sebagai Rabb, meski pada kenyataannya dia berdusta dalam pengakuannya, dari sisi penampilannya sendiri, sesuatu yang baru terjadi, kekurangan dalam hal penciptaan, ketidaksanggupannya untuk menghilangkan kebutaan matanya dan menghilangkan tulisan kafir yang terdapat di antara dua matanya.

Karena bukti-bukti ini dan selainnya pada diri Dajjal, maka tidak tertipu dengannya kecuali orang-orang rendahan. Ini semata-mata untuk menutupi keinginan dan kemiskinan, berharap untuk memenuhi kebutuhan hidup, atau menyelamatkan dirinya, atau takut dari gangguannya, karena fitnahnya yang dahsyat dan membingungkan akal.

Oleh karena itulah, para nabi memperingatkan dari fitnahnya serta menjelaskan tentang kelemahan dan bukti kedustaannya. Adapun orang yang diberikan taufiq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala mereka tidak akan tertipu dan terpesona dengan apa yang menyertainya dari bukti-bukti yang penuh kedustaan bersamaan dengan apa yang telah dijelaskan tentang keadaannya. Pantaslah orang yang telah dibunuhnya berkata: “Tidak menambahku tentang dirimu kecuali keyakinan.” (Syarah Shahih Muslim 18/58-59 dan Fathul Bari 13/105).

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya Dajjal dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya dengan kejadian-kejadian luar biasa yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui tangannya yang bisa disaksikan pada masanya. Dan bagi orang yang memenuhi panggilannya; memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu turun dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanamannya lalu terlaksana yang bisa dimakan oleh binatang-binatang ternak dan dimanfaatkan oleh mereka sendiri kemudian mereka bisa mengambil manfaat dari binatang ternak baik daging ataupun susunya. Dan orang yang tidak memenuhi panggilannya serta menolak seruannya akan ditimpa oleh paceklik penuh kekurangan, binatang-binatang ternak mereka habis mati, kekurangan pada harta benda, jiwa, dan buah-buahan. Bersamanya juga ada perbendaharaan bagaikan mayang kurma dan dia membunuh seseorang lalu menghidupkannya. Ini semua bukan penipuan melainkan hakikat yang nyata yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya pada akhir zaman nanti. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyesatkan banyak orang dan memberikan hidayah kepada mereka. Orang-orang yang ragu, niscaya mereka akan kafir. Dan akan bertambahlah iman orang-orang yang beriman.” (An-Nihayah/Al-Fitan Wal Malahim 1/121).

Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Pada diri Dajjal terdapat bukti nyata atas kedustaannya di hadapan orang-orang yang berakal. Karena dia memiliki wujud fisik serta memiliki bukti dari perbuatannya. Bersamaan dengan kekurangan pada dirinya bahwa dia adalah orang yang buta sebelah matanya. Jika dia menyeru manusia untuk mempertuhankannya itu menunjukkan keadaannya yang paling buruk. Bagi orang yang berakal mengetahui bahwa dia tidak mungkin akan bisa menciptakan selainnya, memperbaiki dan memperbagus serta dia tidak sanggup untuk menghilangkan kekurangan (seperti: matanya yang buta, tulisan kafir di dahinya, dll) yang ada pada dirinya. Maka ucapan yang paling ringan untuk dikatakan adalah: ‘Wahai orang yang menyangka bisa menciptakan langit dan bumi, bentuklah dirimu, perbaguslah dan hilangkan sifat kekurangan pada dirimu. Dan jika kamu menyangka bahwa tidak akan terjadi sesuatu yang baru pada diri Rabb, maka hilangkan apa yang tertulis di antara kedua matamu’.” (Fathul Bari 13/103).

Ibnul ‘Arabi rahimahullahu berkata: “Segala tanda-tanda kebesaran yang terjadi pada tangan Dajjal, dari turunnya hujan serta tanah menjadi subur bagi orang yang memercayainya, dan ketandusan atas orang yang mengingkarinya, dan segala yang bersamanya berupa perbendaharaan bumi, bersamanya surga dan neraka dan air yang mengalir, semuanya merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala agar orang-orang yang ragu menjadi binasa dan orang-orang yang bertakwa menjadi selamat. Semuanya merupakan perkara yang sangat menakutkan. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada fitnah yang paling besar dari fitnah Dajjal.” (Fathul Bari 13/103).

Segitiga Bermuda Tempat Munculnya Dajjal

Menyebut kata ‘segitiga bermuda’, maka akan terbayang sebuah tempat yang senantiasa menyimpan berbagai macam misteri akan musnah atau hilangnya benda-benda yang berada atau melintas diatasnya. Sejumlah kapal terbang dan kapal laut secara tiba-tiba menghilang saat melintasi diatasnya. Benarkah ada sesuatu disana? Berbagai penelitian telah dilakukan mengenai kemisterian segitiga bermuda. Ada yang menyatakan, lokasi tersebut memiliki medan magnet yang sangat tinggi. Sehingga benda-benda yang mengandung logam, akan mudah tertarik ke pusatnya. Teori ini dikemukakan oleh Albert Einstein, dengan relativitasnya.

Ada pula yang menyatakan, hilangnya benda-benda (pesawat dan kapal laut) itu, karena memasuki gerbang waktu. Benda-benda itu memasuki wilayah gerbang waktu, sehingga ketika berada tepat diatasnya, maka akan menghilang. Hilangnya itu, bisa kembali ke masa lampau atau muncul di masa depan.

Ada juga yang menyatakan, lenyapnya benda-benda itu karena mereka ditelan atau dibawa oleh UFO (Unidentified Flying Object) atau piring terbang. Sementara yang lain mengatakan, mereka hilang karena masuk dalam dunia paralel. Mereka ada di dunia yang berbeda dengan dunia yang sebelumnya. Dari empat teori diatas, ketiga teori yang terakhir disebiut pula dengan teori mekanika quantum.

Benarkah semua itu? Hingga saat ini, belum ada yang mampu menjelaskannya secara ilmiah. Berbagai hasil penelitian dan teori-teori diatas, seakan terbantahkan ketika hal itu tak mampu dibuktikan.

Lalu apakah Dajjal penyebabnya? Mungkin inilah jawaban terakhir yang dikemukakan sejumlah orang mengenai hilangnya pesawat dan kapal laut itu. Dajjal, –sosok makhluk terlaknat dan pembuat fitnah itu– kini dituding yang melakukan semua itu karena persekongkolannya dengan setan.

Muhammad Isa Daud, penulis buku ‘Dajjal Muncul di Segitiga Bermuda’ menjelaskan, musnahnya benda-benda itu disebabkan oleh si makhluk bermata satu alias dajjal. Menurutnya, di daerah segitiga bermuda (Bermuda Triangle) yang terletak di antara Florida (Amerika) di sebelah barat, Puerto Rico di sebalah timur, dan pulau bermuda di sebalah utara. Ada yang mengatakan, Florida berasal dari kata ‘Flory’ dan ‘ida’ yang berarti dukun yang ditunggu atau tuhan masa depan.

Segitiga bermuda terletak di Samudera Atlantik. Menurut Isa Daud, disitu terdapat sebuah pulau yang dikuasai oleh sekumpulan makhluk yakni setan yang bekerja sama dengan dajjal untuk menghancurkan umat manusia. Nama pulau itu adalah pulau setan (bedakan dengan pulau setan di Guyana, Prancis).

Di sekitar wilayah segitiga bermuda ini, sebagaimana diterangkan Isa Daud, dajjal bersama setan berkomplot dan terus berusaha menyebarkan misinya, melalui orang-orang kepercayaannya, sesama penyembah setan. Mereka mengajarinya dengan berbagai bujukan dan rayuan sehingga orang-orang terkesima dan takjub dengan apa yang disuguhkan dan disajikannya. Maka, pada hari kiamat nanti, dari lokasi (Segitiga Bermuda) inilah, dajjal akan muncul dan melakukan fitnah secara besar-besaran kepada seluruh umat manusia. Ia akan membangga-banggakan cara-cara Yahudi, karena dajjal dipercaya merupakan keturunan dari Yahudi.

Muhammad Isa Daud menegaskan, ia membuat kesimpulan diatas, bukan atas pendapatnya sendiri, melainkan berdasarkan sejumlah manuskrip kuno yang ia pelajari dari beberapa orang Muslim, baik yang tinggal di Palestina, Arab Saudi, Yaman, Swedia, Amerika, Inggris, Jerman, dan lainnya. Mereka itulah, ungkap Isa Daud, yang memiliki data yang mencengangkan yang belum pernah dipublikasikan oleh orang lain.

Ada pun ayat Al Qur’an yang sosiologi turunnya ayat berkaitan dengan pembahasan Dajjal di antaranya: Al An Am:158, Al Mukmin: 57, Ali Imron:7, Al Baqoroh:285.

Analisa Cak Nun Tentang Dajjal

Ada semacam ‘otoritas’ yang meggerakkan simbolisme Dajjal hingga berkeliaran di sekitar Ka’bah (negara negara Timur Tengah). Otoritas yang dimaksud adalah jaringan non-agamis. Sebab agama apa pun di muka bumi orientasinya bergerak melawan (musuh) sosialis-kapitalis. Meskipun agama tidak anti dunia, namun gerakan ‘mengendalikan nafsu’ yang diusung agamawan bertentangan dengan ‘ekonomi-industri-konsumsi’yang mengajak manusia untuk melampiaskan. Pada tesis yang lebih luas suatu saat akan terbongkar bahwa hakikat mata satu adalah tujuan Sosialis, Komunis, Kapitalis, yakni dehumanisasi.

Tidak masuk akal sesungguhnya jika Hotel Hilton harus dibangun dengan posisi berhadapan Ka’bah. Konspirasi Dajjal pasca lumpuhnya Uni Eropa diawali dengan lahirnya Euro, mata uang penyatu transaksi Benua Biru tersebut berlogo mata satu (ciri Dajjal). Begitu pula tempat cekpoint haji di Saudi Arabia, bahwa pusat layanan haji tersebut beserta simbol kepolisian Arab berlogo mata satu. Cak Nun juga mengatakan kalau desaign Airpot Jedah jika dilihat dari atas berbentuk mata satu.

Otoritas konspirasi mata satu di atas dibaca berdasarkan alur perpolitikan di Timur Tengah. Misal satu pertanyaan, kenapa Arab Saudi secara bilateral terjalin baik dengan Israel? Sedang Israel sendiri berakar kuat dari kaum Zeonis yang didukung strategi Amerika. Lebih jauh si mata satu berasal dari dendam lama dari 13 keturunan Israel sejak 300 tahun lalu (Paganis). Dan betapa si mata satu ini akan menjebolkan satu persatu pan-arabis: Mesir, Arab, Libanon, Syiria, Pakistan, Afganistan dll.

Sehubungan dengan Dajjal yang tidak bisa memasuki kota Makkah karena dijaga malaikat (ketentuan baku dari hadist nabi yang tidak bisa diganggu gugat), Cak Nun dengan anekdot radikal kepenyairannya akan menulis puisi Dajjal Gugat. Puisi sarkasme yang menanyakan: kenapa para koruptor dari Indonesia diperbolehkan umroh (atau haji yang keluar masuk kota Makkah). Juga tidak mungkin orang Indonesia berbondong ramai deportatif mencari suaka ke Makkah jika Dajjal suatu saat muncul. Cukup menciptakan Serambi Makkah di hati muslim untuk menghadang Dajjal.

Sastra (lisan) klasik Jawa berperan aktif mencaunter konspirasi Dajjalisasi. Orang zaman dulu mendongeng pada cucunya perihal Dajjal. Bahwa Dajjal adalah makhluk besar, ganas, pemangsa manusia. Jika tengah malam terdengar suara berkerenyit (padahal zaman kendaraan masih sedikit, suara krenyitan malam itu adalah gaung gemuruh mesin yang jauh dan merambat secara resonansi bunyi) “ngiik..ngiiik, ngiiiik,” adalah suara Dajjal yang sedang menggerogoti rantai yang memborgol tangannya. Dan rantai borgol yang hampir putus, akan pulih kembali jika terdengar suara azan. Artinya, Dajjal akan benar-benar lepas jika sudah tidak ada kumandang azan.


 Diberdayakan oleh Blogger
[ Read More ]

Postingan Lebih Baru Postingan Lama

JASA EDITING MURAH

Bagi anda mahasiswa atau umum yang ingin mengedit
audio video, atau pun edit file file pdf super murah untuk tugas kuliah atau yang lainnya kami punya solusi untuk anda melayani editing online anda bisa order lewat email :
sahib.ban@gmail.com
atau phone 08569830885
KLIK DISINI

http://olx.co.id/iklan/jasa-edit-gambar-video-mp3-rekaman-audio-video-IDiVc3L.html#47b04c24c0


Populer POST

  • Tanda Kiamat Munculnya Pasukan Dajjal (ISIS)
  • Solusi Dampak Negatif Arus Globalisasi
  • WASPADALAH, SEMUA BISNIS ONLINE ADALAH PENIPUAN NYATA !!
  • MISTERI AJARAN DAJJAL DIBALIK FILM NARUTO
  • perhitungan zakat menurut islam
  • Syair Islam : Dunia Anak Punah
  • Syair Islam : Jangan kau khianati kekasihmu.
  • Kisah islam : Belajar Menghina Diri
  • Kisah Islam : Khutbah Iblis Kepada Penghuni Neraka
  • Tata cara mandi wajib / Mandi Junub (janabat)

Blog Archive

  • ▼  2017 (68)
    • ▼  November (6)
      • Dampak Buruk Mempelajari Ilmu Kesaktian dan Tenaga...
      • 4 Golongan Laki laki Yang Masuk Neraka Karena Wanita
      • Doa Pengusir Setan Dan Mahluk Halus Jahat
      • Gambaran Kehidupan Penghuni Surga Dan Keindahannya
      • Macam Macam Azab Penghuni Neraka Jahanam
      • Kisah Islam : Khutbah Iblis Kepada Penghuni Neraka
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Januari (29)
  • ►  2016 (86)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (12)
    • ►  Oktober (26)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (12)
  • ►  2015 (16)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (15)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (54)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (31)
    • ►  April (9)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2010 (7)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)

Category List

  • aqidah (6)
  • doa (5)
  • Haji (5)
  • Kisah islami (1)
  • Konspirasi (14)
  • Sholat (18)
  • Sorotan (1)
  • Zakat (1)

tentang penulis

penulis adalah salah satu pembina majelis dakwah www.ashabul-muslimin.tk aktif dalam berbagai pembahasan terkini tentang dunia islam

motto kami
-lestarikan budaya luhur islam-

walau semboyan sederhana tapi harapan kami adalah membagikan ilmu dan berbagi pengetahuan dunia dan akhirat dapat menjadi manfaat kepada islam dan menjadi amal jariyah. amiin.

ttd.


Muhammad ashabus samaaun

Labels

  • aqidah
  • doa
  • Haji
  • Kisah islami
  • Konspirasi
  • Sholat
  • Sorotan
  • Zakat
    close
    Banner iklan disini

    web team

    • SITUS TEAM KAMI
    • situs berita islam
    • cerita budaya
    • kumpulan situs salafy

    Kunjungan Anda

    Total Tayangan Halaman

© 2011 ~{ASHABUS SAMAA'UN}~ | Blogger by Best Blogger Themes | Premium Blogger Themes -
Designs by Fab Themes | Web2feel